VIDEO

VIDEO: IDI Kota Kupang Bahas Antibiotik dan Epilepsi

Dalam rangka peringatan HUT IDI ke-66, IDI Cabang Kota Kupang menggelar Seminar Ilmia tentang Penggunaan Antibiotik yang Rasional

Penulis: maksi_marho | Editor: omdsmy_novemy_leo

Laporan wartawan Pos-Kupang, Maxi Marho

POS KUPANG.COM, KUPANG – Dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-66, IDI Cabang Kota Kupang menggelar Seminar Ilmia tentang Penggunaan Antibiotik yang Rasional dan Update Penanganan Kejang dan Epilepsi. Sebanyak 250 dokter umum, dokter ahli dan mahasiswa kedokteran ikut dalam seminar ini.

Seminar ilmiah yang digelar di Hotel Sotis Kupang, Sabtu (22/10/2016) siang, bertujuan meningkatkan kemampuan para dokter atau tenaga medis dalam penggunaan antibiotik serta menyegarkan kembali pengetahuan para dokter tentang penanganan pasien penderita kejang demam dan epilepsi.

Selain itu, sebagai momentum untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan antara para dokter, baik dokter umum maupun dengan dokter ahli.

Seminar menampilkan sejumlah pemateri yakni dokter Alders Akusa Nitbani, Sp.B yang membawakan materi tentang penggunaan antibiotik bijak dalam mencegah munculnya bakteri resisten, dokter Hendrik B Tokan, Sp.A yang membawakan materi tentang kejang demam, dokter Hermi Indita Malewa, Sp.PK yang membawakan materi tentang Bacteriology, specimen handling and Sensitivity Test, serta dokter Imelda Ora Adja M. Biomed, Sp.S yang membawakan materi tentang epilepsi. Seminar dipandu dokter Thomas Aquino Ehe Teron.

Dokter Alders Akusa Nitbani, Sp.B mengatakan, penggunaan antibiotik yang tidak bijak dapat membuat bakteri resisten, yang berarti bakteri kebal terhadap antibiotik yang sebelumnya dapat mematikan pada dosis terapeufik.

Karena itu, langkah diagnosis klinis harus dilakukan secara tepat, apakah merupakan infeksi bakteri, apakah ada penurunan daya tahan tubuh pasien, bagaimana hasil tes diagnostik mikrobiologi, apakah ada indikasi pengobatan non antibiotik, apakah tepat dalam kondisi tersebut pasien diberikan antibiotik dan lain-lain.

Semua faktor tersebut penting dalam penetuan pemberian antibiotik. (mar)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved