Selasa, 19 Mei 2026

Rumah Gendang Tenda Tempat Hunian Bersama Masyarakat

Pembangunan rumah adat ini dilakukan secara bersama-sama, melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG/ARIS NINU
Rumah Gendang di Tenda di Kabupaten Manggarai. 

Tak dinyana, pria yang juga berprofesi sebagai dosen dan peneliti budaya ini telah melanglang ke negeri Netanyahu, Israel. Pengalaman melihat kekayaan budaya bangsa Yahudi menggerakkan hatinya untuk melakukan hal serupa di kampung halamannya.

"Bangsa Israel memiliki daya tarik yang tiada tara untuk kekayaan budaya mereka. Saat ini mereka menjadi destinasi wisata internasional dan memperoleh income besar dari pariwisatanya karena kesetiaan merawat asset budaya yang mereka miliki," ujarnya.

Dalam percakapan yang penuh semangat ini, Kanisius yakin rumah adat akan tetap memiliki daya tarik, bukan saja karena ciptaan manusia tetapi karena menjadi simbol dari kedalaman hidup itu sendiri.

"Rumah ini bukan hanya milik kita saja, tetapi juga leluhur. Itulah daya ikatnya. Melalui rumah ini kita berelasi secara intim dengan Tuhan, leluhur, sesama manusia dan seluruh ciptaan. Itu sebabnya, rumah adat orang Manggarai menjadi rumah bersama semesta," jelasnya.

Rumah itu tetap berdiri kokoh-kuat. Dari tampilan lahirnya menyiratkan aura kedalaman. Ia memperlihatkan dimensi abadi dari kehidupan. Apa yang tersembunyi diungkap melalui bentuk. Apa yang terlihat menjadi simbol untuk menyatakan bahwa dalam kebersamaan kita memiliki arti dan makna bagi sang khalik dan semesta. (aris ninu)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved