VIDEO
VIDEO: RS Siloam Kupang Gelar Seminar Stroke
Rumah Sakit (RS) Siloam Kupang menggelar Seminar Stroke di Pelacio Ballroom Hotel Aston Kupang, Sabtu (17/9/2016) siang.
Penulis: maksi_marho | Editor: omdsmy_novemy_leo
Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Maxi Marho
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Rumah Sakit (RS) Siloam Kupang menggelar Seminar Stroke di Pelacio Ballroom Hotel Aston Kupang, Sabtu (17/9/2016) siang. Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit mematikan.
Seminar Stroke digelar RSU Siloam Kupang sebagai bentuk perhatian terhadap penanganan penderita stroke di NTT. "Penanganan penyakit stroke bisa melalui tindakan operasi. Namun, tidak semua penyakit stroke harus ditangani dengan tindakan operasi," kata dokter Donny Argie, Sp.BS ketika membawakan materi pada seminar tersebut.
Menurut dokter Donny, stroke ada dua macam yakni stroke pendarahan dan stroke penyumbatan. Jika stroke pendarahan, mau tidak mau pasien harus dioperasi agar darah beku bisa dikeluarkan dari dalam otak. Sedangkan stroke penyumbatan biasanya dokter melakukan pemasangan selang pada pembulu darah yang tersumbat.
"Sebagai dokter, kita menyarankan kepada keluarga apakah mau dioperasi atau tidak. Kita jelaskan resikonya kalau dioperasi atau tidak dioperasi. Pasien dan keluarga pasien yang menentukan. Tidak sedikit pula pasien yang menolak dioperasi," kata Dokter Donny.
Dikatakan dokter Donny, penanganan pasca strok sebelum delapan jam akan lebih mudah ditangani. Namun, jika stroke sudah terjadi lebih dari delapan jam, penanganan pasien stroke lebih kepada tujuan, agar stroke yang diderita tidak semakin parah.
Selain dokter Donny, juga tampil sebagai pemateri yakni dokter Hadi Widjaja, M.Biomed, Sp.S yang membawakan materi tentang apa itu stroke, dokter Dyah Gita Rambu Kareri, Sp.KFR yang membawakan materi tentang upaya memperbaiki kualitas hidup pasca serangan stroke dan Prof. Dr. dr Eka J Wahjoepramono, Sp.BS, Ph.D yang membawakan materi tentang Cerebro Vaskular Disease.
Sekitar 300-an peserta ikut dalam kegiatan seminar stroke ini. Peserta berasal dari berbagai rumah sakit dan klinik, pusmesmas dan dinas kesehatan serta masyarakat umum lainnya.
Dalam.penjelasannya, dokter Hadi Widjaja, M.Biomed, Sp.S mengatakan, penyebab terjadinya penyakit stroke bermacam-macam. Seperti, kelainan jantung, kemungkinan kualitas darah, karena darah yang kental membuat seseorang mudah terserang stroke, pembulu darah tersumbat dan atau pembulu darah pecah.
Stroke, kata dokter Hadi, biasa terjadi karena perubahan usia, terjadi pada orang dengan riwayat penyakit yang menjadi gejala stroke, terjadi pada orang yang kegemukan, yang menerapkan pola diet yang tinggi, orang perokok. Meski demikian, sesungguhnya 90 persen strok bisa dicegah.
"Sebenarnya 90 persen strok bisa dicegah. Cara pencegahannya melalui pola makan dan cara hidup yang sehat. Selain itu, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter," kata dokter Hadi.
Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan seminar ini. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta terhadap keempat pemateri di setiap sesinya. (mar)