Pimpinan Koperasi Swasti Sari Cornelis Pesan Pada Calon Karyawan Ingat Komando
Dalam penyerahan 33 calon karyawan Koperasi Kredit Swasti Sari kepada Brigif 21 Komodo, Ketua Pengurus Kopdit Swasti Sari Cornelis Kuma Opun berpesan
Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rachmawati Tohri
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Dalam penyerahan 33 calon karyawan Koperasi Kredit Swasti Sari kepada Brigif 21 Komodo, Ketua Pengurus Kopdit Swasti Sari Cornelis Kuma Opun berpesan agar para calon karyawan selalu ingat dan mengikuti komando.
Penyerahan Calon Karyawan untuk dilatih ini, dilakukan di Lantai III Aula rapat Kantor Pusat Kopdit Swasti Sari Oeba, Jumat (2/9/2016)sore.
Kata Opun, tahun ini proses penyeleksian untuk menjadi karyawan Kopdit Swasti Sari sedikit berbeda. Sentuhan semi militer yang diberikan kepada 33 calon karyawan ini merupakan hal penting dalam bentuk sebuah komitmen.
Agar para calon karyawan dapat dibentuk dalam satu ikatan yang perlu dikomandokan. "Mereka harus kompak dan mengetahui arti sebuah komando," tuturnya.
Ia menjelaskan perekrutan karyawan yang dilakukan sangat transparan tanpa memandang perbedaan agama dan suku. Yang diseleksi adalah kualitas mental untuk mampu menghadapi tantangan zaman dan tingkah laku anggota di masyarakat. Para calon karyawan harus mempunyai hati nurani untuk menghadapi masyarakat.
Setiap calon karyawan yang mengikuti proses pelatihan masing-masing akan dibiayai per hari Rp 500.000 dari lembaga.
Acara penyerahan ini dihadiri oleh General Manager Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan, Sekretaris Pengawas Alfons Fahik, Sekretaris Pengurus Lambertus Kaha, Wakil Ketua II Pengurus Ambrosius Laus dan diterima oleh Perwakilan dari Brigif 21 Komodo, Lettu Inf, Jamrizal bersama tim.
General Manager Yohanes juga berpesan kepasa para calon karyawan yang mengikuti proses pelatihan untuk menjaga proses ini ibarat piring.
Jangan sia-siakan kesempatan yang ada untuk menumpahkan nasi di dalam piring. Proses sangat selektif. 80 persen para calon telah sudah menjadi warna di Kopdit ini tinggal beberapa persen lagi.*