Narkoba Ancaman Berat Bangsa

Dari hasil pengungkapan oleh BNN, di Indonesia saat ini ada sekitar 4,2 juta pecandu narkoba. Angka ini bisa saja bertambah.

Narkoba Ancaman Berat Bangsa
Kompas.com
Ilustrasi sabu-sabu 

DATA Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan ada 35 narkoba jenis baru yang masuk ke Indonesia bahkan saat ini beredar di seluruh Indonesia, termasuk NTT, melalui kartel, pengedar, dan kurirnya.

Ditemukannya puluhan narkoba jenis baru ini menunjukkan bahwa Indonesia, termasuk NTT, merupakan salah satu pasar terbesar yang dimanfaatkan oleh kartel maupun sindikat peredaran narkoba, baik jaringan nasional maupun internasional. Dari hasil pengungkapan oleh BNN, di Indonesia saat ini ada sekitar 4,2 juta pecandu narkoba. Angka ini bisa saja bertambah karena setiap saat pengguna narkoba bertambah bahkan sudah masuk ke kalangan pelajar SMP. Dengan kondisi ini, Presiden Joko Widodo telah menetapkan darurat narkoba di Indonesia.

Salah satu cara memutus peredaran narkoba adalah merehabilitasi pecandunya. Asumsinya, jika pengguna narkoba masih ada, maka peredaran dan pasokannya pun tidak akan berhenti. Asumsi ini mendorong BNN mengubah pola pikir yakni sehatkan atau rehabilitasi pecandunya dan menangkap serta menghukum seberat-beratnya para pengedar.

BNN mengharapkan dengan rehabilitasi bisa memutus mata rantai peredaran narkoba. Fakta selama ini si pecandu dimasukkan ke dalam penjara, tapi bukan lebih baik malah bisa makin parah kondisinya. Pencandu ini bisa menjadi bandar dan pengedar narkoba di dalam penjara.

Sudah sekian banyak bandar dan pengedar kelas kakap yang dihukum mati, namun belum dapat memutus mata rantai peredaran narkoba di Indonesia umumnya dan di NTT khususnya.

Kita juga patut mengapresiasi kebijakan pemerintah merehabilitasi 100 ribu pecandu narkoba sebagai antisipasi peredaran narkoba di Indonesia. Kita berharap rehabilitasi 100 ribu pecandu bisa memulihkan bangsa yang telah berusia 71 ini dari bahaya narkoba yang terus menggerogoti warganya.

Untuk mencegah bahaya narkoba bagi anak cucu kita, keluarga perlu membentengi diri dengan memupuk iman dan budi pekerti. Dengan iman yang dalam dan budi pekerti yang luhur, kita yakin anak-anak kita tidak akan terjerumus dalam bahaya narkoba. Sekolah, agama, negara, dan masyarakat juga harus mewaspadai betapa peredaran narkoba di Indonesia ibarat gunung es.

Untuk itu, perlu ada gerakan bersama memberantas narkoba, harus ada gerakan moral, gerakan iman dan gerakan penegakan hukum. Jika perlu bahaya narkoba dan jenis-jenisnya dimasukkan dalam kurikulum pendidikan sehingga siswa-siswi dapat mengetahui permasalahan narkoba lebih lengkap.*

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved