Banyak Warga Inggris Minta Paspor Baru dari Negara-negara Uni Eropa
Pasca-referendum yang memutuskan Inggris keluar dari Uni Eropa ternyata membuat rakyat negeri itu khawati
POS KUPANG.COM, LONDON -- Pasca-referendum yang memutuskan Inggris keluar dari Uni Eropa ternyata membuat rakyat negeri itu khawatir kehilangan kemudahan akses ke wilayah Uni Eropa.
Dua bulan setelah referendum Brexit, 16 kedutaan besar dan komisi tinggi negara asing di London, melaporkan kenaikan jumlah permohonan paspor baru atau pertanyaan soal pindah kewarganegaraan.
Kondisi ini memperjelas dugaan, warga Inggris ingin melindungi hak mereka untuk bekerja dan bepergian dengan bebas di Uni Eropa di tengah ketidakpastian status mereka pasca-Brexit.
"Kami memperhatikan kenaikan permohanan dan aplikasi (paspor)," kata Johannes Dopsch, seorang atase di Kedutaan Besar Austria, seperti dilaporkan Bloomberg News.
"Dalam beberapa hari pertama setelah referendum, jumlah telepon dan pertanyaan meningkat hingga 100 per hari," tambah Dopsch.
Kedubes Austria mencatat permohonan paspor dan kartu identitas baru negeri itu melonjak hampir dua kali lipat dibanding masa yang sama pada 2015.
Sedangkan Kedubes Swedia mencatat permohonan untuk menjadi warga negara itu meningkat tujuh kali lipat sekitar masa referendum hingga puncaknya di pekan-pekan pasca-referendum.
Kedubes Polandia yang setahun rata-rata hanya menerima 100 permohonan kewarganegaraan, tetapi dalam paruh pertama tahun ini sudah menerima 111 perhomonan paspor.
Dan sejak referendum, Kedubes Polandia sudah menerima hampir 600 permohonan kewarganegaraan baru,
Hal serupa diterima Kedubes Belanda di London yang bulan pertama setelah referendum menerima permohonan menjadi warga negara 10 kali lipat lebih besar dari biasanya.
Sedangkan Irlandia, sebuah negeri yang sangat terkoneksi dengan Inggris, mengatakan, permohonan untuk menjadi warga negara baru meningkat 17 persen pasca-referendum.
Kondisi yang sama dialami kedutaan besar Finlandia yang mengalami peningkatan permohonan pembuatan paspor hingga 100 buah.
Sedangkan, kedutaan besar Jerman sudah memperingatkan bahwa proses pembuatan paspor baru akan membutuhkan waktu lebih lama karena jumlah pemohon yang bertambah.
Tak hanya negara-negara besar yang mengalami kenaikan jumlah pemohon paspor, negara-negara seperti Ceko, Kroasia hingga Yunani juga melaporkan hal serupa.
Demikian juga dengan kedubes Slovenia, Slovakia dan Latvia, semuanya mengaku menerima permohonan paspor baru dari warga Inggris.