Berita Sumba

Peserta Karnaval Pelajar di Sumba Timur Kritik Mendikbud terkait Full Day School

Kritikan disampaikan lewat poster pada kertas manila yang dibawa peserta dari SMP Satu Atap Padadita.

Penulis: Alfons Nedabang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG/ALFONS NEDABANG
Peserta karnaval dari SMP Satu Atap Padadita, Waingapu membentangkan poster yang mengeritik rencana Mendikbud menerapkan kebijakan full day school, Jumat (12/8/2016). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Alfons Nedabang

POS KUPANG.COM, WAINGAPU -- Selain menghibur masyarakat, karnaval pelajar dan mahasiswa di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (12/8/2016) sore juga bermuatan kritik kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy.

Kritikan disampaikan lewat poster pada kertas manila yang dibawa peserta dari SMP Satu Atap Padadita.

SMP Satu Atap Padadita mengeritik kebijakan Full Day School yang diwacanakan Mendikbud Muhajdir Effendy.

"Full Day Schooll," demikian tulisan bergagang kayu yang dipegang seorang peserta. Tulisan lain yang dibawa peserta lainnya, yaitu: "Wani Piro? Gaji. Kinerja. Sertifikasi. Deal? "Lapar. Ngantuk." "Pusing. Bosan." "Bolos. Masalah."

Berbaris di belakang kelompok Full Day Schooll, seorang memegang kertas dengan tulisan: Full Day Home.

Beberapa temannya membawa tulisan yang digantung dengan tali rafia di leher.

"Ngajar No. Kinerja Yes. Sertifikasi Yes."

"Belajar No way. Game Yes. Bermain Yes. Pornografi Yes."

Selanjutnya menyusul siswa pembawa tulisan: Full Day Misery yang artinya hari penuh kesengsaraan.

Di kelompok Full Day Misery, ada siswa yang membawa tulisan: Siapa yang cari rumput untuk kerbau, kuda, sapi? Keloe dech. "Siapa yang bantu masak, cuci, sapu halaman? Cape dech.

Karnaval pelajar yang diikuti siswa SMP, SMA dan mahasiswa diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dalam rangka memperingati HUT ke-71 Kemerdekaan RI. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved