Perkuat Peran Keluarga Melalui Bacaan

Tentang kepemimpinan, Jerry McClain mengatakan, The best example of leadership is leadership by

Editor: Dion DB Putra
net
Ilustrasi 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengakui, budaya membaca di Indonesia sampai saat ini masih sulit diterapkan. Jelas Anies, budaya membaca buku sampai saat ini masih rendah. Berdasarkan data UNESCO, persentase minat baca Indonesia sebesar 0,01 persen. "Ini berarti dari 10.000 orang hanya satu saja yang memiliki minat baca," kata Anies di Gedung Istora, Senayan saat membuka pameran Islamic Book Fair belum lama ini.

Menurut mantan rektor Universitas Paramadina itu, Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara lain dalam minat baca. Untuk meningkatkan minat baca anak, katanya, anak harus melihat orangtua atau gurunya tekun membaca dengan gembira. "Jika guru ingin siswanya membaca, maka gurunya juga harus membaca. Demikian juga dengan orangtua, jika ingin anaknya membaca, maka orangtua harus membaca," ujar Anies.

Dari ungkapan sang Menteri, kita kembali bisa mengadaptasi ungkapan di awal tulisan ini menjadi "The best example of reading is reading by example", atau contoh membaca yang terbaik adalah membaca dengan memberi contoh.

Peningkatan minat membaca penting karena akan sangat memengaruhi pola pikir anak (kemudian masyarakat) dalam keseharian. Di sisi lain, membaca juga menjadi awal yang baik untuk menulis. Sebab kebiasaan membaca dapat membentuk imajinasi dan pola berpikir seseorang menjadi sistematis.

Kemampuan menulis yang baik sangat ditentukan oleh kegemaran membaca. Maka benarlah ungkapan yang saya selalu promosikan bahwa "menulis dan membaca adalah saudara kembar siam". Jadi tunggu apa lagi? Membacalah! Dengan membaca atau membiasakan membaca dalam keluarga, kita sedang memperkuat kualitas keluarga kita.*

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved