Trans Flores, Jalur Berbahaya Namun Begitu Memesona

Jalur Trans Flores cukup tersohor di kalangan wisatawan yang ingin mengeksplorasi Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Jalur ini membentang dari barat s

Trans Flores, Jalur Berbahaya Namun Begitu Memesona - pemandangan-trans-flores_20160427_173048.jpg
KOMPAS.com/Sri Anindiati Nursastri
Pemandangan Km 10 Jalan Raya Ende-Maumere
Trans Flores, Jalur Berbahaya Namun Begitu Memesona - jalur-jalan-bajawa-ruteng_20160427_173117.jpg
KOMPAS.com/Sri Anindiati Nursastri
Jalur Bajawa-Ruteng, Trans Flores, NTT

POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Jalur Trans Flores membentang sejauh 664 kilometer dari Labuan Bajo di Manggarai Barat, sampai Larantuka di Flores Timur. Jalur ini terkenal punya pemandangan memesona, namun treknya cukup berbahaya: rawan longsor dan banyak tikungan tajam.

Jalur Trans Flores cukup tersohor di kalangan wisatawan yang ingin mengeksplorasi Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Jalur ini membentang dari barat sampai timur pulau, serta melewati tempat-tempat wisata terkenal. Mulai dari Labuan Bajo, Ruteng, Aimere, Bajawa, Maumere, Moni, Ende, sampai Larantuka.

Tim Navara "Jelajah Tanpa Batas" melintasi Trans Flores dari Ende menuju Labuan Bajo, total 383 kilometer. Sepanjang jalan, mayoritas panorama didominasi pegunungan dan perbukitan hijau. Namun jalur ini punya beberapa titik rawan, salah satunya di Jalan Raya Ende-Maumere.

Mulai kilometer 14-20, diberlakukan jalur buka tutup karena perbukitan longsor. Sistem ini baru diberlakukan 2-3 bulan belakangan, padahal longsor adalah kejadian mutlak di jalur tersebut terutama saat musim hujan.

Kini, jalur tersebut dibuka dua kali sehari yakni pukul 08.00-12.00 Wita dan 15.00-17.00 Wita. Jalan ini adalah satu-satunya jalur menuju Taman Nasional Kelimutu, yang terletak 60 km dari Kota Ende.

Trek selanjutnya, dari Kelimutu menuju Bajawa, juga tak kalah menegangkan. Sedikit mengintip Google Maps, jalur yang dilewati 'keriting' seperti meteran gempa.

Jalurnya terdiri dari tanjakan dan turunan tajam serta belokan curam, sepanjang 185 Km atau lima jam perjalanan. Ada baiknya Anda membawa obat anti mabuk dan jika merasa pusing, matikan AC mobil lalu buka jendela lebar-lebar.

Dari Bajawa yang terkenal sebagai penghasil kopi, serta lokasi Kampung Adat Bena yang terletak di kaki Gunung Inerie, tim Navara 'Jelajah Tanpa Batas' melanjutkan perjalanan ke Ruteng.

Kota sejuk ini adalah titik masuk ke Wae Rebo, desa adat yang terletak di atas bukit. Jarak Bajawa-Ruteng adalah 136 Km dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Pemandangan masih didominasi perbukitan hijau, dengan trek cukup bersahabat jika dibandingkan sebelumnya.

Terakhir, dari Ruteng menuju Labuan Bajo yang adalah pintu masuk Taman Nasional Komodo, jalurnya disebut-sebut paling ekstrem. Sepanjang 132 kilometer didominasi tanjakan dan turunan tajam, dengan belokan 180 derajat yang bikin jantung deg-degan.

Halaman
12
Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved