Masyarakat Harus Peka Lingkungan
Penangkapan ini patut diberi apresiasi. Namun yang perlu dianalisis lebih jauh, apakah benar bahan baku
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM - Berita yang ditayangkan sejumlah media di NTT tentang tim Direktorat Reserse Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) NTT yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 83 koli atau sekitar dua ton lebih bahan baku pembuatan emas yang diangkut menggunakan Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 49, di Pelabuhan Tenau- Kupang, Senin (11/4/2016), mengejutkan masyarakat di wilayah NTT. Pasalnya, bahan baku tersebut akan diselundupkan sebuah perusahaan dari wilayah Maluku Barat Daya ke Jakarta serta ke Australia.
Penangkapan ini patut diberi apresiasi. Namun yang perlu dianalisis lebih jauh, apakah benar bahan baku pembuatan emas tersebut hendak diselundupkan ke Jakarta dan ke Australia melalui Pelabuhan Tenau Kupang ataukah ada tujuan lain di balik aksi penyelundupan tersebut?
Tentu hal ini tidak masuk akal bagaimana mungkin untuk memasok barang ilegal pembuatan emas ke Jakarta harus melalui Pelabuhan Tenau Kupang. Hal yang patut diinvestigasi dan ditelusuri lebih dalam oleh tim pemeriksa jangan sampai pengakuan oknum yang membawa bahan pembuatan emas tersebut hanya sebuah kamuflase untuk mengelabui petugas bahwa bahan tersebut akan diselundupkan ke Jakarta dan Australia. Jangan sampai bahan-bahan tersebut sengaja dibawa ke NTT sebagai langkah awal untuk mengeksploitasi bahan tambang berupa emas di NTT.
Semoga pengakuan oknum yang membawa bahan baku untuk pembuatan emas tersebut tidak diterima mentah-mentah, namun harus digali lebih dalam untuk mengetahui modus sebenarnya. Karena alasan yang disampaikan para penyelundup bahan baku pembuatan emas kurang masuk akal bahwa bahan tersebut akan diselundupkan ke Australia melalui Pelabuhan Tenau Kupang.
Padahal kita ketahui bersama, tidak gampang barang ilegal masuk wilayah Australia yang kita ketahui sangat ketat pengamanan perairan lautnya oleh Angkatan Laut Australia, juga pengamanan di pelabuhan laut negara Benua Kanguru tersebut super ketat.
Hal lain yang perlu ditelusuri adalah jangan sampai bahan baku untuk pembuatan emas tersebut akan dimanfaatkan untuk melakukan penambangan emas di wilayah NTT karena perut bumi Flobamora pun sangat kaya akan bahan tambang dan mineral, termasuk emas. Bahkan sejumlah sungai di NTT diduga sudah dieksploitasi secara tradisional untuk diayak pasirnya untuk mendapatkan pasir emas.
Dengan adanya kejadian ini diharapkan masyarakat lebih peka melihat sejumlah fenomena yang terjadi, terutama berkaitan dengan eksploitasi lingkungan. Karena bisa saja saat mengeksploitasi lingkungan, para pelaku yang memiliki pengetahuan untuk memanfaatkan bahan baku pembuatan emas yang diselundupkan selanjutnya mengayak bahan tambang yang berlimpah di wilayah Flobamora-NTT untuk mendapatkan butiran emas.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/emas-batangan_20160323_172342.jpg)