Uni Eropa-Turki Gagal Bendung Gelombang Pengungsi Menuju Yunani
Saksi mata Kantor Berita Reuters melihat kedatangan tiga perahu pada Minggu pagi buta

Menyangsikan
Pengembalian para pendatang dan pengungsi ke Turki akan dimulai pada 4 April 2016 sebagaimana kesepakatan penempatan pengungsi Suriah di Eropa.
Hal itu masih menyisakan keraguan, apakah kesepakatan tersebut sah atau dapat dilaksanakan.
Tidak jelas soal apa yang akan terjadi pada puluhan ribu pendatang dan pengungsi yang saat ini sudah berada Yunani.
Pihak berwenang di Lesbos mulai memindahkan para pengungsi dan pendatang dari pulau tersebut, Sabtu (19/3), untuk memberikan ruang bagi para pendatang baru.
Tempat yang dirancang untuk pendaftaran para pendatang di Pulau Lesbos hanya untuk menampung sekitar 3.500 orang.
Sedikitnya 144.000 orang, sebagian besar adalah warga Suriah, Irak dan Afghanistan, tiba di Yunani sepanjang 2016, menurut data badan Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan pengungsi. Sekitar 60 persen dari jumlah itu adalah perempuan dan anak-anak.
Lebih dari setengah jumlah pendatang itu tiba di Lesbos, pulau di garis depan Eropa di tengah krisis migrasi terbesar yang dihadapi kawasan tersebut sejak Perang Dunia II. Sekitar 1.150 orang per hari terus berdatangan di Yunani dari Turki pada bulan ini.
Beberapa di antara mereka berencana tinggal di negara tersebut atau mengambil rute menuju Eropa utara yang lebih mapan dan lapangan pekerjaan lebih banyak tersedia daripada di Yunani. Yunani sendiri saat ini sedang dilanda krisis ekonomi.
Penutupan wilayah perbatasan di sepanjang rute utama di utara menuju Balkan telah menyebabkan sedikitnya 47.000 orang telantar di kamp-kamp pengungsian dan pelabuhan-pelabuhan di Yunani.
Lebih dari 10.500 orang yang berharap bisa melintas masih telantar di tenda dekat perbatasan Makedonia. (ant)