Menghilangkan Diskriminasi

Selain tumbuhnya kesadaran masyarakat tersebut, saudara-saudara kita yang tertular HIV/AIDS

Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra

POS KUPANG.COM - HIV/AIDS yang dulu menjadi ketakutan yang luar biasa di Indonesia, saat ini sedikit demi sedikit semakin berubah. Rasa takut masyarakat kita berangsur-angsur tergerus dan "terkesan" melihat penyakit HIV/AIDS ini sama dengan penyakit lainnya.

Selain tumbuhnya kesadaran masyarakat tersebut, saudara-saudara kita yang tertular HIV/AIDS atau disebut Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) juga membuka diri atau tidak mau lagi terkucil dalam kehidupan di tengah masyarakat kita.

ODHA juga tidak mau larut dalam pikiran penyakit tersebut. ODHA tentunya menyadari betul bahwa penyakit tersebut belum ditemukan obatnya tetapi ada obat yang bisa menghambat laju dari perkembangan virus tersebut.

Keterbukaan masyarakat dalam melihat penderita HIV/AIDS ini, diikuti rasa percara diri yang kembali tumbuh dari ODHA sehingga tercermin dari semakin membaurnya penderita ODHA dalam kehidupan di tengah masyarakat.

Kita tentunya merasa bangga, ODHA hadir dan berkiprah seperti kita yang lain. Produk yang dihasilkan ODHA juga dibeli masyarakat kita. Ini menujukkan masyarakat kita sudah mengerti bahwa pola penyebaran HIV/AIDS ini bukan melalui makanan atau sentuhan secara langsung dengan ODHA.

Perkembangan pemahaman ini tentunya sangat membesarkan hati, walaupun belum seluruh masyarakat melakukannya. Keberhasilan mengubah cara pandang masyarakat ini tentu terjadi karena keterlibatan berbagai pihak dengan berbagai kegiatan. Kepada semua yang terlibat, baik itu dokter, perawat, relawan, keluarga ODHA dan siapa saja yang terlibat dalam memberi pemahaman ini tentunya kita patut berterima kasih.

Mengubah pemahaman orang dalam rentang waktu yang begitu panjang tentunya sangat melelahkan, begitu banyak tenaga dan biaya yang dikucurkan. Tetapi mereka tak kenal lelah.

Mereka terus berjuang di tengah penolakan yang begitu keras pada awal-awal HIV/AIDS ini diketahui dan berkembang. Penderita HIV/AIDS sampai ada yang dikerangkeng, dikucilkan dan disingkirkan jauh dari kehidupan masyarakat kita.
Buah dari perjuangan yang dilakukan berbagai pihak itulah yang kita saksikan sekarang ini. ODHA bergaul dan berkumpul secara bebas dengan masyarakat yang lain.

Kendati demikian kita tentunya tidak puas dan berhenti karena sudah ada sebagian dari masyarakat kita yang sudah "menerima" ODHA. Tetapi masih banyak juga yang belum memahaminya bahkan masih percaya bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit yang bisa menular lewat sentuhan atau makanan.

Selain itu, membangkitkan rasa putus asa, ODHA yang menganggap hidup sudah tidak berguna lagi, merupakan pekerjaan kita semua. ODHA harus terus disadarkan bahwa penyakit mereka bukanlah kutukan karena itu mereka harus tampil sebagai juru bicara dan model yang handal untuk mengkampanyekan pola penyebaran penyakit ini. Untuk menghentikan berkembangnya penyakit tersebut, maka masyarakat kita diminta menjaga prilaku dan setia dengan pasangan dan cara-cara lainnya. Hanya dengan cara itulah penyakit ini dapat dihentikan penyebarannya dan penderita tidak bertambah lagi. *

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved