Opini

Makna Sidang Sinode GMIT di Rote

Pada tanggal 20 September - 2 Oktober 2015, berlangsung Sidang Raya Sinode GMIT di Ba'a, Kabupaten Rote Ndao. Kenapa di Rote Ndao?

Sebagai warga jemaat GMIT yang bertanggung jawab, 'To'o' YLH telah banyak mendengar khotbah dari para pendeta bahwa kehadiran gereja di bumi ini semata-mata demi mengemban misi Yesus Kristus yang tepat digunakan sebagai tema dalam sidang sinode ini, yaitu mempedulikan orang-orang miskin: "Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala" (Matius 9: 36).

Menurut sejarahnya, pada zaman Yesus, perekonomian orang-orang yang tinggal di Palestina dulu relatif hampir sama dengan kita sekarang. Bahkan mungkin lebih buruk karena bangsa itu dijajah oleh Kekaisaran Romawi.

Dalam bukunya "Surat Yakobus", Hasan Sutanto, D.Th menulis bahwa sekitar 80 -90% penduduk di Palestina bekerja di sektor pertanian, sehingga kemiskinan pun tentu terjadi di mana-mana di seantero negeri. Bisa kita bayangkan ketika Yesus memberi makan lima ribu orang. Saat itu hari mulai malam, dan manusia kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak terancam kelaparan karena ternyata bekal yang ada hanya lima potong roti dan dua ekor ikan (Matius 14: 17 & 21).

Kenyataan ini membuktikan betapa miskinnya mereka pada saat itu. Namun Yesus memberi mereka makan, sehingga "..mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang-orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dan dua belas bakul penuh" (Matius 14: 20).

Jika dikaitkan dengan sub-tema sidang sinode ini tentu kita semua sebagai warga gereja berarti satu tubuh Kristus, sehingga kita pun sejatinya memiliki jiwa Kristus yang memiliki rasa belas kasihan kepada orang-orang miskin.

Kata "jemaat" dalam bahasa asli Perjanjian Baru (Yunani): "ecclesia" yang dalam Alkitab bahasa Inggris disebut: "church" (gereja). Selanjutnya, pengertian gereja, "dalam artinya yang paling menyeluruh menunjukkan keseluruhan tubuh orang-orang beriman, baik di bumi maupun di surga, yang telah atau yang akan dipersatukan secara spiritual dengan Kristus sebagai Juru Selamat mereka," tulis Louis Berkhof dalam bukunya: "Teologi Sistematika: Doktrin Gereja". Sedangkan, tugas gereja sudah jelas tertulis, "Kata Yesus: "Gembalakanlah domba-domba-Ku" (Yohanes, 21: 16b & 17b).

Selamat bersidang para gembala kami yang tentu memiliki karakter memimpin yang baik sesuai judul buku dari Ken Blanchard dan Phill Hodges (2006): "Lead Like Jesus" -'Memimpin Seperti Yesus', sehingga mereka betul-betul siap melayani untuk mengatasi kemiskinan jemaat GMIT dan tentu tidak bertindak sebagai politikus atau saudagar gereja yang berani menjual jemaat dan gereja, sehingga tentu tidak mendatangkan kebaikan bagi kehidupan jemaat GMIT.*

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved