Tamu Kita

I Ketut Gede Ardana: Cari, Temukan dan Beri Pertolongan

Kepala Kantor Basarnas Kelas B Kupang, I Ketut Gede Ardana, SE, senantiasa berupaya memaksimalkan segala potensi SAR di wilayah NTT.

I Ketut Gede Ardana: Cari, Temukan dan Beri Pertolongan - I_Ketut_Gede_Ardana.jpg
ist
I Ketut Gede Ardana
I Ketut Gede Ardana: Cari, Temukan dan Beri Pertolongan - SAR_NTT_(2).JPG
ist
BASARNAS NTT--Kepala Kantor SAR NTT, I Ketut Gede Ardana, S.E bersama segenap anggota SAR NTT di depan Kantor SAR NTT.

Namun saya tidak suka menjadikan alasan minimnya personel atau peralatan menjadi akibat kinerja atau hasil pekerjaan tidak maksimal. Apa yang ada pada kami akan dimaksimalkan dan diberdayakan. Karena banyak cara yang bisa digunakan untuk memaksimalkan kinerja staf.

Bagaimana cara Anda mengoptimalkan kinerja staf?

Kuncinya adalah disiplin. Karena dengan disiplin, semua hal yang dikerjakan bisa menghasilkan kerja yang optimal. Harus diakui bahwa ketika saya masuk ke SAR NTT dua tahun yang lalu, kedisiplinan staf masih kurang. Karena itu saya terus memacu staf untuk bisa berdisiplin, tentunya saya harus memberi contoh dan teladan duluan.

Mulai dari masuk dan pulang kantor dan apel datang dan pulang tepat waktu. Latihan SAR rutin, hingga hal-hal kecil seperti absen sidik jari, mengerjakan pelaporan tepat waktu dan sebagainya. Termasuk pendidikan dan pelatihan yang rutin dilakukan. Setiap hari Senin hingga Kamis setiap pukul 07.30-10.00 Wita dilakukan latihan fisik. Seminggu sekali latihan fisik di darat dan air.

Dan, setiap anggota SAR wajib mengikuti dan mengetahui diklat dasar SAR. Dan, syukurlah bahwa sekarang tingkat kedisiplinan anggota sudah baik.

Apa suka duka yang Anda alami dalam bekerja?

Dukanya, jika ada kejadian bencana atau musibah atau operasi SAR, kita bekerja all out. Sukanya, saya mencintai pekerjaan ini sehingga setiap pekerjaan apapun saya jalani dengan hati yang tulus. Dan, selama dua tahun menjalankan pekerjaan di Kupang-NTT ini, saya banyak mendapatkan pengalaman menarik.

Karenanya saya heran dengan pendapat orang-orang tentang NTT, ada yang memplesetkan NTT itu singkatan dari Nasib Tidak Tentu (NTT), atau Nanti Tuhan Tolong (NTT) dan kalimat negatif lainnya. Padahal selama di NTT ini, nasib saya jelas. Bahkan saya beruntung bisa bertugas di Kupang-NTT ini karena di daerah ini saya merasakan tiga musim yakni musim hijau, kuning dan hitam.

Musim hitam adalah musim kemarau di mana saat itu udaranya sangat panas sehingga kulit kita bisa jadi hitam. Setelah itu masuk ke musim hujan, tanaman, pohon, mulai bertumbuh sehingga di mana-mana terlihat hijau. Dan, setelah itu musim gugur di mana daunnya mulai menguning dan gugur. Di daerah lain tidak ada musim seperti ini.

Anda senang menjalani pekerjaan Anda?

Ya, saya menikmati pekerjaan ini. Karena pekerjaan SAR mengemban misi penyelamatan bagi korban bencana alam. Nilai kemanusiaan di atas segalanya. Saat operasi SAR, korban luka-luka yang masih hidup atau korban yang sudah meninggal dunia harus diperlakukan dengan baik. Bagi saya, jika berhasil melakukan penyelamatan atau evakuasi terhadap korban itu suatu hal yang membanggakan.

Sehingga saya terus mengatakan kepada anggota SAR untuk bekerja serius dan berupaya semaksimal mungkin untuk mencari dan memberikan pertolongan kepada korban yang terima bencana atau musibah kemanusiaan entah itu gunung meletus, kecelakaan laut dan udara, tanah longsor atau kecelakaan lainnya yang membutuhkan pertolongan SAR. Cari, temukan dan berikan pertolongan.

Apa harapan Anda dalam kehidupan ini?

Saya selalu ingin berbuat sesuatu bagi masyarakat, daerah dan bangsa dan dunia ini. Dengan cara berbuat kebaikan dengan terus memberikan motivasi positif kepada siapa saja agar bisa menjalani hidupnya dengan lebih baik dari waktu ke waktu.

Saya selalu ingin membuat hidup saya berarti dan berguna bagi orang lain. Dan, keinginan ini selalu saya lakukan dan tidak ada habisnya. Saya pun berharap masing-maisng kita akan melakukan hal yang baik dalam hidupnya sehingga setiap kita bisa berguna bagi orang lain. Itu harapan saya. *

Jatuh dari Helikopter

SELAMA puluhan tahun menjadi anggota SAR hingga menjabat Kepala Kantor SAR Kelas B Kupang, I Ketut Gede Ardana, SE banyak 'mengantongi' pengalaman menarik dan berkesan. Suami dari Ni Ketut Alit Sukerti ini pernah jatuh dari helikopter puma saat mengiktui operasi SAR mengevakuasi korban pengeboran minyak di Kalimantan yang tenggelam di Bali tahun 1986 lalu.

Saat melakukan pencarian tanggal 15 September 1995 itu, helikopter yang ditumpanginya bersama anggota polair, pilot dan keluarga korban jatuh. Tak hanya menyelamatkan dirinya, ayah dari Putu Agus Sardula dan Made Saronca Dinata ini masih sempat 'menyelamatkan' helikopter yang nyaris tenggelam dengan cara menyelam dan membuka tabung di bawah 'kaki' helikopter sehingga helikopter itu bisa mengapung.

Setelah itu, lelaki kelahiran Subuk-Bali, 31 Desember 1960 ini berenang ke bibir pantai yang berada sekitar 500 meter dari TKP. Selama beberapa minggu, Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Mahasaraswati Denpasar ini sempat trauma untuk mengikuti operasi SAR. Hingga akhirnya pimpinannya memerintahkannya untuk kembali dalam operasi SAR di Gunung Abang Bali.

"Saya ingat saat itu pimpinan saya mengatakan, mati hidup manusia itu ditentukan oleh Tuhan. Kata pimpinan saya, 'meski kamu di dalam gedung Batu, kalau sudah waktunya mati ya mati.' Akhirnya saya berani kembali dalam Operasi SAR dengan ditemani senior saya. Dan, kami berhasil menyelamatkan korban yang jatuh di kedalaman 200 meter di Gunung Abang. Sejak itu trauma saya hilang," kata lelaki yang ingin mengabdikan kehidupannya untuk kepentingan kemanusiaan ini.

Alumnus pelatihan SAR MISSION COORDINATOR ini mengatakan, saat pensiun nanti, dia ingin bekerja di LSM yang berkaitan dengan bidang kemanusiaan.

BIOFILE

* IDENTITAS DIRI
- Nama : Ketut Gede Ardana, S.E
- TTL : Subuk Bali, 31 Desember 1960
- Status : Menikah Denpasar, 6 Juni 1990
- Istri : Ni Ketut Alit Sukerti
- Anak : Putu Agus Sardula dan Made Saronca Dinata

* RIWAYAT PENDIDIKAN
* SMA TP 45 Singaraja Bali, Program Studi IPA (1980)
* SMPN Kekeran Bali (1976)
* SDN Subuk Buleleng Bali (1973)
* Sarjana Ekonomi (2011) Denpasar Universitas Mahasaraswati

* RIWAYAT JABATAN
* Staf Operasi Kantor SAR Denpasar (2009)
* Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Denpasar (2009 s/d Juli 2012)
* Kepala Kantor SAR Kelas B Kupang ( 2012 s/d Sekarang)

* TANDA JASA/PENGHARGAAN
* Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun (1999)
* Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun (2009)

* DIKLAT
* Rescuer 18 Juli 1989 s/d 6 Agustus 1989
* SMC (SAR MISSION COORDINATOR) 15 Januari 1990 s/d 24 Februari 1990
* Scuba Diving 20 Oktober 1992- 21 November 1992
* Diklat PIM IV 29 Juni 2009- 6 Agustus 2009
* Diklat PIM III 20 Oktober 2013- 07 Desember 2013. *

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved