Tamu Kita
I Ketut Gede Ardana: Cari, Temukan dan Beri Pertolongan
Kepala Kantor Basarnas Kelas B Kupang, I Ketut Gede Ardana, SE, senantiasa berupaya memaksimalkan segala potensi SAR di wilayah NTT.
Penulis: omdsmy_novemy_leo | Editor: omdsmy_novemy_leo
POS-KUPANG.COM, KUPANG --- Selama dua tahun memimpin Kantor Badan Search And Rescue (SAR) Nasional Kelas B Kupang, I Ketut Gede Ardana, SE, senantiasa berupaya memaksimalkan segala potensi SDM dan peralatan penunjang operasi SAR di Kantor SAR NTT di Kupang, Pos SAR Maumere di Sikka, Pos SAR Labuan Bajo di Manggarai Barat dan Pos SAR Waingapu di Sumba Timur.
Mulai dari bagaimana mendisplinkan staf hingga rutin melakukan berbagai pelatihan fisik dan non fisik. Semua itu dilakukan demi meningkatkan optimalisasi. Dalam setiap operasi SAR, Ardana selalu turun ke lapangan membantu tim SAR-nya, sekaligus bertemu masyarakat dan keluarga korban.
Apa saja dan bagaimana kerja dari tim SAR, bagaimana peralatan yang dimiliki dan apa suka duka yang dialaminya? Semua diceritakannya dalam wawancara eksklusif dengan wartawan Pos Kupang, OMDSMY Novemy Leo, Rabu (14/1/2015) pagi di Kantor SAR NTT.
Hingga kini banyak masyarakat yang belum tahu tentang Badan SAR Nasional. Bisa Anda jelaskan?
SAR adalah singkatan dari Search And Rescue atau pencarian dan pertolongan. Badan SAR Nasional (Basarnas) yakni Lembaga Pemerintah Non Kementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan (Search And Rescue/SAR). Basarnas mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, pengkoordinasian, dan pengendalian potensi SAR dalam kegiatan SAR terhadap orang dan material yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam pelayaran dan/atau penerbangan.
Juga memberikan bantuan dalam bencana dan musibah lainnya sesuai dengan peraturan SAR nasional dan internasional. Secara jelas tugas dan fungsi SAR adalah penanganan musibah pelayaran dan/atau penerbangan, dan/atau bencana dan/atau musibah lainnya dalam upaya pencarian dan pertolongan saat terjadinya musibah. Penanganan terhadap musibah yang dimaksud meliputi dua hal pokok yaitu pencarian (search) dan pertolongan (rescue).
Basarnas Kelas B Kupang memiliki tugas melaksanakan tindak awal operasi SAR, berkordinasi dan mengerahkan potensi SAR di seluruh wilayah tanggung jawab Kantor SAR Kupang. Dalam rangka mengantisipasi terhadap musibah penerbangan pelayaraan, bencana dan musibah lainnya; membantu penanggulangan kecelakaan transportasi di daereh di wilayah kerja Kantor SAR Kupang serta mempersiapkan dan mengendalikan potensi SAR di wilayah NTT untuk penanganan musibah.
Dengan adanya anomali cuaca yang terjadi saat ini bagaimana antisipasi yang dilakukan Kantor SAR NTT?
Musim pancaroba yang masih terjadi hingga saat ini disertai kondisi cuaca berupa angin musim barat yang kuat/kencang dapat meningkatkan potensi terjadinya musibah/kecelakaan yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan mengancam kehidupan dan penghidupan masyarakat di NTT.
Dan, untuk menanggulangi akibat dari kerusakan ataupun ancaman yang mungkin terjadi itu, kami selalu melakukan antisipasi dini berupa peningkatan kesiapsiagaan SAR baik personel dan peralatan di beberapa lokasi yang diperkirakan rawan terhadap musibah/kecelakaan itu. Kami terus meningkatkan kewaspadaan fenomena alam di NTT.
Khususnya memasuki bulan Desember hingga Maret saat datangnya angin barat yang kencang yang bisa menimbulkan badai dan intensitas curah hujan yang tinggi. Lihat saja sekarang, dengan cuaca ekstrem yang terjadi saat ini menyebabkan banyak kapal nelayan yang berlabuh di Pulau Hansisi di Semau, Kabupaten Kupang, guna berlindung dari angin barat. Bahkan Kapal SAR pun berlabuh di sana.
Bencana, musibah atau kejadian seperti apa saja yang bisa ditangani oleh SAR NTT?
Jika bicara soal bencana, sebenarnya terkait dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun SAR juga turut terlibat karena kepentingan kemanusiaan karena tugas pokok SAR pun berkaitan dengan penanggulangan bencana atau musibah lainnya yang sudah saya jelaskan.
Jika ada kejadian di laut, di darat, tim SAR akan turun untuk membantu dan mengavakuasi korban. Jangankan bencana tanah longsor, orang yang jatuh ke dalam sumur, tenggelam di laut dan musibah lainnya bisa mendapat pertolongan dari SAR setelah ada kordinasi dan pemberitahuan kepada kami.
Bagaimana cara meminta bantuan dari tim SAR dan bagaimana prosedur operasi SAR?
Penanganan operasi SAR untuk musibah pelayaran dan pernerbangan dan musibah lainnya dilaksanakan sesuai dengan prosesur operasi yang berlaku. Prosedur bantuan untuk operasi SAR terhadap bencana dilaksanakan dengan cara berkoordinasi dengan BPBD dan di NTT ini kami berkordinasi dengan BPBD NTT (Kantor SAR NTT di Kupang), BPBD Sikka (Pos SAR Maumere), BPBD Manggarai Barat (Pos SAR Labuan Bajo) dan BPBD Kabupaten Sumba Timur (Pos SAR Waingapu).
Harus diketahui bahwa organisasi operasi SAR Kantor SAR Kupang merupakan bagian dari koordinasi Tim Terpadu Badan SAR Nasional (Basarnas). Prosedur komunikasi diselenggarakan sesuai dengan sistem komunikasi yang berlaku di Basarnas.
Dan, kami terus meningkatkan dan memantapkan kordinasi serta kerja sama lintas sektoral antarinstansi terkait posko tingkat propinsi/kabupaten/kotamadya. Tim SAR selalu siaga 24 jam (on call) di Kantor SAR sehingga jika ada permintaan bantuan, tim segera turun ke lokasi. Bahkan masyarakat melalui pospol, polsek, polres, atau perangkat desa mulai dari kepala desa, RT/RW lurah dan camat bisa langsung memberikan informasi kepada tim SAR.
Berdasarkan laporan informasi itu, kami akan mengecek terlebih dahulu sebelum turun ke lokasi. Kantor SAR Kupang berada di Jalan Adisucipto-Penfui Kupang, nomor telepon (0380) 881573, 881111 dan fax (0380) 881530. Pos SAR Maumere-Sikka di Jalan Diponegoro, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat-Maumere-Sikka dengan nomor telepon (0382) 21193. PoS SAR Labuan Bajo-Manggarai Barat di Jalan Merpati Cowang Derang, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Telepon (0385) 2443088. Dan, Pos SAR Waingapu-Sumba Timur nomor telepon 081337425115.
Di mana saja wilayah kerja Badan SAR Nasional Kelas B Kupang?
Wilayah kerja Kantor SAR Kupang meliputi 20 Kabupaten yakni Kabupaten Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Timur, Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu,. Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua dan Kota Kupang. Termasuk wilayah Laut Flores, Laut Timor, Laut Sawu, Samudra Hindia dan wilayah perbatasan sebelah utara Pulau Sulawesi, sebelah timur dengan Timor Leste, sebelah selatan Australia dan sebelah barat Pulau Sumbawa.
Konsep pelaksanaan Operasi SAR bagaimana?
Kami melakukan pengendalian taktis seperti bersiaga di Kantor SAR Kupang. Dan, di Kantor SAR, selalu disiapkan kegiatan operasi SAR. Yakni, menyiapkan tim rescue (on call) minimal satu regu, mengendalikan operasi SAR bila terjadi musibah. Siaga Kantor SAR Kupang dengan melaksanakan koordinasi bersama instansi terkait dan melaporkan kesiapan personel dan pergerakan unsur setiap hari dan pelaksanaan tugasnya kepada kasubsi operasi Kantor SAR Kupang. Dan, kami menggerakkan unsur-unsur yang ada di darat dan di laut sesuai kondisi bencana.
Unsur-unsur apa saja yang digerakkan?
Kami mengerakkan unsur-unsur yang ada di darat dan di laut. Unsur darat meliputi personel tim rescue Kantor SAR Kupang sebanyak 88 orang, tersebar di Kantor SAR Kupang, Pos SAR Maumere, Pos SAR Labuan Bajo dan Pos SAR Waingapu. Juga peralatan seperti rescue truck, truck personel, rescue carrier vehicle, rescue car, ATV, rescue car box, hiline. Sementara unsur laut yakni rescue boat 308, RIB, rubber boat.
Apakah semua peralatan itu tersedia di Kantor SAR Kupang dan tiga Pos SAR yang ada di NTT? Bisa dirincikan?
Saat ini belum semua peralatan itu ada di setiap Pos SAR. Di Kantor SAR Kupang peralatan yang tersedia seperti rescue truck, rescue car, rescue carrier vihicle (RCV), ATV, RIB, peralatan komunikasi, palsar darat dan palsar laut serta RB 308. Pada Pos SAR Maumere terdapat rescue car (hiline dan D-Max Box), rescue carrier vehicle, RIB, peralatan komunikasi, palsar darat dam palsar laut.
Sementara itu di Pos SAR Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat terdapat rescue car box, rescue carrier vehicle, RIB, peralatan komunikasi, palsar darat dan palsar laut. Sedangkan di Pos SAR Waingapu terdapat peralatan rescue car box, rescue car, palsar darat dan palsar laut. Saya mau katakan demikian, meski peralatan SAR di NTT masih terbatas namun kami selalu berusaha memaksimalkan fungsi dari peralatan dimaksud.
Jika ada musibah yang membutuhkan penanganan dan penggunaan peralatan yang tidak dimiliki oleh Kantor SAR, maka kami akan melakukan kordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti AL, AU dan AD. Juga tentunya akan meminta bantuan dari Basarnas.
Bagaimana dengan kualitas SDM di SAR NTT?
Hingga saat ini ada 88 personel SAR di Kantor SAR NTT Kupang yang tersebar di Kantor SAR Kupang, dan tiga Pos SAR masing-masing di Labuan Bajo, Maumere dan Waingapu. Jika dilihat dari komposisi penempatannya, tentu jumlah itu masih kurang.
Namun saya tidak suka menjadikan alasan minimnya personel atau peralatan menjadi akibat kinerja atau hasil pekerjaan tidak maksimal. Apa yang ada pada kami akan dimaksimalkan dan diberdayakan. Karena banyak cara yang bisa digunakan untuk memaksimalkan kinerja staf.
Bagaimana cara Anda mengoptimalkan kinerja staf?
Kuncinya adalah disiplin. Karena dengan disiplin, semua hal yang dikerjakan bisa menghasilkan kerja yang optimal. Harus diakui bahwa ketika saya masuk ke SAR NTT dua tahun yang lalu, kedisiplinan staf masih kurang. Karena itu saya terus memacu staf untuk bisa berdisiplin, tentunya saya harus memberi contoh dan teladan duluan.
Mulai dari masuk dan pulang kantor dan apel datang dan pulang tepat waktu. Latihan SAR rutin, hingga hal-hal kecil seperti absen sidik jari, mengerjakan pelaporan tepat waktu dan sebagainya. Termasuk pendidikan dan pelatihan yang rutin dilakukan. Setiap hari Senin hingga Kamis setiap pukul 07.30-10.00 Wita dilakukan latihan fisik. Seminggu sekali latihan fisik di darat dan air.
Dan, setiap anggota SAR wajib mengikuti dan mengetahui diklat dasar SAR. Dan, syukurlah bahwa sekarang tingkat kedisiplinan anggota sudah baik.
Apa suka duka yang Anda alami dalam bekerja?
Dukanya, jika ada kejadian bencana atau musibah atau operasi SAR, kita bekerja all out. Sukanya, saya mencintai pekerjaan ini sehingga setiap pekerjaan apapun saya jalani dengan hati yang tulus. Dan, selama dua tahun menjalankan pekerjaan di Kupang-NTT ini, saya banyak mendapatkan pengalaman menarik.
Karenanya saya heran dengan pendapat orang-orang tentang NTT, ada yang memplesetkan NTT itu singkatan dari Nasib Tidak Tentu (NTT), atau Nanti Tuhan Tolong (NTT) dan kalimat negatif lainnya. Padahal selama di NTT ini, nasib saya jelas. Bahkan saya beruntung bisa bertugas di Kupang-NTT ini karena di daerah ini saya merasakan tiga musim yakni musim hijau, kuning dan hitam.
Musim hitam adalah musim kemarau di mana saat itu udaranya sangat panas sehingga kulit kita bisa jadi hitam. Setelah itu masuk ke musim hujan, tanaman, pohon, mulai bertumbuh sehingga di mana-mana terlihat hijau. Dan, setelah itu musim gugur di mana daunnya mulai menguning dan gugur. Di daerah lain tidak ada musim seperti ini.
Anda senang menjalani pekerjaan Anda?
Ya, saya menikmati pekerjaan ini. Karena pekerjaan SAR mengemban misi penyelamatan bagi korban bencana alam. Nilai kemanusiaan di atas segalanya. Saat operasi SAR, korban luka-luka yang masih hidup atau korban yang sudah meninggal dunia harus diperlakukan dengan baik. Bagi saya, jika berhasil melakukan penyelamatan atau evakuasi terhadap korban itu suatu hal yang membanggakan.
Sehingga saya terus mengatakan kepada anggota SAR untuk bekerja serius dan berupaya semaksimal mungkin untuk mencari dan memberikan pertolongan kepada korban yang terima bencana atau musibah kemanusiaan entah itu gunung meletus, kecelakaan laut dan udara, tanah longsor atau kecelakaan lainnya yang membutuhkan pertolongan SAR. Cari, temukan dan berikan pertolongan.
Apa harapan Anda dalam kehidupan ini?
Saya selalu ingin berbuat sesuatu bagi masyarakat, daerah dan bangsa dan dunia ini. Dengan cara berbuat kebaikan dengan terus memberikan motivasi positif kepada siapa saja agar bisa menjalani hidupnya dengan lebih baik dari waktu ke waktu.
Saya selalu ingin membuat hidup saya berarti dan berguna bagi orang lain. Dan, keinginan ini selalu saya lakukan dan tidak ada habisnya. Saya pun berharap masing-maisng kita akan melakukan hal yang baik dalam hidupnya sehingga setiap kita bisa berguna bagi orang lain. Itu harapan saya. *
Jatuh dari Helikopter
SELAMA puluhan tahun menjadi anggota SAR hingga menjabat Kepala Kantor SAR Kelas B Kupang, I Ketut Gede Ardana, SE banyak 'mengantongi' pengalaman menarik dan berkesan. Suami dari Ni Ketut Alit Sukerti ini pernah jatuh dari helikopter puma saat mengiktui operasi SAR mengevakuasi korban pengeboran minyak di Kalimantan yang tenggelam di Bali tahun 1986 lalu.
Saat melakukan pencarian tanggal 15 September 1995 itu, helikopter yang ditumpanginya bersama anggota polair, pilot dan keluarga korban jatuh. Tak hanya menyelamatkan dirinya, ayah dari Putu Agus Sardula dan Made Saronca Dinata ini masih sempat 'menyelamatkan' helikopter yang nyaris tenggelam dengan cara menyelam dan membuka tabung di bawah 'kaki' helikopter sehingga helikopter itu bisa mengapung.
Setelah itu, lelaki kelahiran Subuk-Bali, 31 Desember 1960 ini berenang ke bibir pantai yang berada sekitar 500 meter dari TKP. Selama beberapa minggu, Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Mahasaraswati Denpasar ini sempat trauma untuk mengikuti operasi SAR. Hingga akhirnya pimpinannya memerintahkannya untuk kembali dalam operasi SAR di Gunung Abang Bali.
"Saya ingat saat itu pimpinan saya mengatakan, mati hidup manusia itu ditentukan oleh Tuhan. Kata pimpinan saya, 'meski kamu di dalam gedung Batu, kalau sudah waktunya mati ya mati.' Akhirnya saya berani kembali dalam Operasi SAR dengan ditemani senior saya. Dan, kami berhasil menyelamatkan korban yang jatuh di kedalaman 200 meter di Gunung Abang. Sejak itu trauma saya hilang," kata lelaki yang ingin mengabdikan kehidupannya untuk kepentingan kemanusiaan ini.
Alumnus pelatihan SAR MISSION COORDINATOR ini mengatakan, saat pensiun nanti, dia ingin bekerja di LSM yang berkaitan dengan bidang kemanusiaan.
BIOFILE
* IDENTITAS DIRI
- Nama : Ketut Gede Ardana, S.E
- TTL : Subuk Bali, 31 Desember 1960
- Status : Menikah Denpasar, 6 Juni 1990
- Istri : Ni Ketut Alit Sukerti
- Anak : Putu Agus Sardula dan Made Saronca Dinata
* RIWAYAT PENDIDIKAN
* SMA TP 45 Singaraja Bali, Program Studi IPA (1980)
* SMPN Kekeran Bali (1976)
* SDN Subuk Buleleng Bali (1973)
* Sarjana Ekonomi (2011) Denpasar Universitas Mahasaraswati
* RIWAYAT JABATAN
* Staf Operasi Kantor SAR Denpasar (2009)
* Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Denpasar (2009 s/d Juli 2012)
* Kepala Kantor SAR Kelas B Kupang ( 2012 s/d Sekarang)
* TANDA JASA/PENGHARGAAN
* Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun (1999)
* Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun (2009)
* DIKLAT
* Rescuer 18 Juli 1989 s/d 6 Agustus 1989
* SMC (SAR MISSION COORDINATOR) 15 Januari 1990 s/d 24 Februari 1990
* Scuba Diving 20 Oktober 1992- 21 November 1992
* Diklat PIM IV 29 Juni 2009- 6 Agustus 2009
* Diklat PIM III 20 Oktober 2013- 07 Desember 2013. *
