Menanti Pemimpin Sadar Data dan Pengetahuan
Di tahun 1960-an, Indonesia lebih kurang setara dengan Korea Selatan
Membangun negeri sudah seharusnya dengan data dan pengetahuan tanpa slogan kosong. Kita tertinggal dari Jerman selama 200 tahun. Tertinggal dari Jepang selama 150 tahun. Jadi walaupun pemimpin eksekutif maupun wakil rakyat kita mulai gandrung dengan gelar Doktor atau PhD (entah dengan muslihat tesis bayaran ataupun ghost writer), ternyata komitmen terkait data dan pengetahuan masih harus dicari dan ditunggu lebih lama. Kita tidak harus tertinggal lebih lama. Kami menanti perubahan! *
Sumber: Pos Kupang Cetak, Kamis (16/1/2014)