Rabu, 6 Mei 2026

Stagnasi dan Perkembagan Industri Pengolahan di NTT

Perkembangan industri menengah dan besar di NTT mengalami stagnasi, bahkan menurun secara jangka panjang

Tayang:
Editor: Agustinus Sape

Melihat semakin bangkitnya sektor pariwisata di Flores terutama setelah tertatih lebih dari 20 tahun akibat tsunami dan gempa Flores, seharusnya di jadikan momentum yang diarahkan untuk mempertahankan tren industri tenun ikat karena ancaman pada industri ini semakin terliht terutama ketika produk garmet dengan sistim teknologi printing motif-motif daerah juga telah membanjiri kota-kota di NTT (Lihat data yang lebih detail di www.irgsc.org/pubs/pb/NTT-industries-time-series-data.pdf).

Sulit memprediksikan keberlanjutan model pengembangan industri kecil yang berat sebelah dan tidak seimbang seperti ini. Yang pasti, pembangunan pedesaan lewat sektor industri kecil maupun pemberdayaan perempuan, tidak harus direduksikan dengan pengembangan industri tenun ikat semata.
Karena itu, studi lanjutan terkait konteks makro dan mikro terkait industri pengolahan di NTT diperlukan.

Ditambahkan bahwa studi tentang pentingnya struktur insentif dan dimensi kelembagaan terkait industri pengolahan di NTT perlu dikembangkan. Kita juga belum memahami secara memadai tentang bagaimana industri-industri kelas menengah atas bertahan terhadap tantangan dan risiko-risiko external.

Yang pasti, industri-industri skala kecil perlu naik kelas ke level menengah-atas, jangan lagi tahan kelas di SD selama 30 tahun. Sedangkan industri kelas menengah-atas, juga perlu lebih berdaya lenting terhadap berbagai kejutan dan risiko. *

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved