9 Fragmen Sebelum Kamu Lahir
DI DEPANMU duduk seorang berkata mata tebal. Dengan suara yang lembut ia membacakan sembilan cerita ini kepadamu.
Tak ada yang melihat ayahmu. Tadi ia memang ada di sana. Namun ia buru-buru pergi setelah meninggalkan sebuah topi bergambar kelinci kecil di samping tempat tidurmu. Topi mungil yang ia beli di tempat perlengkapan bayi, malam itu, tiga bulan yang lalu. Ia pergi tanpa pernah menoleh. Itu terakhir kali ayahmu melihat kamu.
Karena saat malam sudah jatuh di kota itu, diam-diam seseorang mengendap-endap ke samping tempat tidurmu. Ketika semuanya terlelap, buru-buru ia menggendong dan menjejal mulutmu. Tak ada yang tahu ketika ia membawamu pergi. Kamu dibuangnya di antara tumpukan sampah di pinggir kali.
Pagi itu setelah ibumu mulai berangsur pulih, ia hanya menangis setelah tahu semuanya telah tiada. Suaminya telah membawa kamu pergi. Sedangkan ayahmu sudah pergi entah ke mana.
Seminggu setelah itu mereka membawa ibumu ke ruangan kejiwaan karena mulai saat itu ibumu terus saja tertawa dengan suara yang keras. Ia juga sering menangis, meraung-raung memanggil nama ayahmu dan juga nama suaminya. Ketika tengah malam ada yang sering mendengar ia banyak meracau sambil memeluk topi mungil pemberian ayahmu itu.
***
Seorang tadi berhenti bercerita. Ia membetulkan letak kaca matanya, lalu bangkit berdiri dan menggandeng tanganmu. Bunyi kelepak sayap kalian terdengar. Aku terpesona melihat kalian membumbung tinggi ke angkasa. *
Malam, 10 Febuari 2013
Untuk Giovanni Alfadio Djese Pu'an dan Ibunya