Oleh Steven Amuntoda
Pantun Kota Karang
Sarapan pagi dengan nasi Paling enak ada terasi Beta datang minta permisi Cuma numpang pasang aksi
Manis asam asin nano rasanya
Orang muda terancam bahaya
Narkoba memang tak ada gunanya
Ada komputer ada sampoa
Mana hitung paling cepat
Awali hari dengan doa
Sujud sembah penuh hikmat
Botak belakang ahli sejarah
Bolehlah panggil sejarawan
Ayo dukung program pemerintah
Ciptakan Kupang green and clean
Bunda Teresa dan Kahlil Gibran
Kaya makna kata mutiara
Mari kita kumpul kekuatan
Satu hati satu suara
Datang Kupang singgah Lasiana
Sudah pulang tetap terasa
Jangan goyang nusa cendana
Pasti menang adipura
Gaya ja’i giring bola
Aduh enak goyangan pinggul
Jalan keluar ada kepala
Berat ringan harus dipikul
Pohon cendana tanam di pot
Keluar daun dimakan gagak
Tak perlu susah pakai otot
Zaman sekarang pakai otak
Ketapang satu merajut kasih
Itu kisah ana Kupang
Kalau kita saling mengasih
Kenapa tidak saling bergandeng
Malam minggu malam pacaran
Para hansip siap berjaga
Kalau gelap semua tampan
Tapi tetap harus siaga
Tulisan tangan terasa menggoda
Kalau ada goresan cinta
Aduh nyong aduh nona
Kita semua secita - cita
Eltari cup ada yang kalah
Para penonton siap marah
Kalau hidup sudah susah
Kenapa kita cari masalah
Tak ada peta lupa arah
Hati – hati nyasar mati
Ada kata timbul marah
Jangan simpan dalam hati
Cuci muka menuju kali
Biar sedikit harus dibagi
Beta pergi untuk kembali
Nanti kita berjumpa lagi
Komunitas Sastra Seminari Tinggi Sint Mikhael Penfui