Oleh Steven Amuntoda
Pantun Kota Karang
Sarapan pagi dengan nasi Paling enak ada terasi Beta datang minta permisi Cuma numpang pasang aksi
Sarapan pagi dengan nasi
Paling enak ada terasi
Beta datang minta permisi
Cuma numpang pasang aksi
Ingat St. Mikhael harap mampir
Lihat frater lagi berkaca
Berilah waktu beta hadir
Beta ucapkan selamat membaca
Pohon gamal hancur luluh
Terseret api terbakar lama
Kalau kita tidak bermusuh
Jangan takut jalan bersama
Indahnya patung bila dipahat
Pelan pasti gesekan tukang
Muda mudi galang semangat
Untuk bangun kota karang
Tanam ubi di samping karang
Bolehlah cabut untuk dimakan
Halus kasar suara melengking
Nyanyikanlah lagu persaudaran
Pohon mahoni cabang Sembilan
Malas sapu gugur kembali
Alam ini pemberian Tuhan
Patut dijaga setiap hari
Opa brewok terlihat tampan
Kalau dipandang waktu malam
Hati – hati bahaya mangan
Ingat diri ancam alam
Indahnya taman karena bunga
Indahnya manusia karena budi
Pemberian Tuhan tak diduga
Bukan hanya satu pribadi
Pohan pisang pohon papaya
Dua – dua ada buanya
Kalau kita ingin kaya
Bukan lewat dunia maya
Nona Ina menjual bantal
Laris manis dagangannya
Zaman ini trend digital
Jangan lupa akan budaya
Pesiar kupang nongkrong Eltari
Tambah nikmat deng jagung bakar
Nona - nona pandai menari
Mainkan Ja’i Kupang gempar
Ada lontar minum airnya
Manis asam asin nano rasanya
Orang muda terancam bahaya
Narkoba memang tak ada gunanya
Ada komputer ada sampoa
Mana hitung paling cepat
Awali hari dengan doa
Sujud sembah penuh hikmat
Botak belakang ahli sejarah
Bolehlah panggil sejarawan
Ayo dukung program pemerintah
Ciptakan Kupang green and clean
Bunda Teresa dan Kahlil Gibran
Kaya makna kata mutiara
Mari kita kumpul kekuatan
Satu hati satu suara
Datang Kupang singgah Lasiana
Sudah pulang tetap terasa
Jangan goyang nusa cendana
Pasti menang adipura
Gaya ja’i giring bola
Aduh enak goyangan pinggul
Jalan keluar ada kepala
Berat ringan harus dipikul
Pohon cendana tanam di pot
Keluar daun dimakan gagak
Tak perlu susah pakai otot
Zaman sekarang pakai otak
Ketapang satu merajut kasih
Itu kisah ana Kupang
Kalau kita saling mengasih
Kenapa tidak saling bergandeng
Malam minggu malam pacaran
Para hansip siap berjaga
Kalau gelap semua tampan
Tapi tetap harus siaga
Tulisan tangan terasa menggoda
Kalau ada goresan cinta
Aduh nyong aduh nona
Kita semua secita - cita
Eltari cup ada yang kalah
Para penonton siap marah
Kalau hidup sudah susah
Kenapa kita cari masalah
Tak ada peta lupa arah
Hati – hati nyasar mati
Ada kata timbul marah
Jangan simpan dalam hati
Cuci muka menuju kali
Biar sedikit harus dibagi
Beta pergi untuk kembali
Nanti kita berjumpa lagi
Komunitas Sastra Seminari Tinggi Sint Mikhael Penfui