Rabu, 20 Mei 2026

Oleh Steven Amuntoda

Pantun Kota Karang

Sarapan pagi dengan nasi Paling enak ada terasi Beta datang minta permisi Cuma numpang pasang aksi

Tayang:

Sarapan pagi dengan nasi

Paling enak ada terasi

Beta datang minta permisi

Cuma numpang pasang aksi

Ingat St. Mikhael harap mampir

Lihat frater lagi berkaca

Berilah waktu beta hadir

Beta ucapkan selamat membaca

Pohon gamal hancur luluh

Terseret api terbakar lama

Kalau kita tidak bermusuh

Jangan takut jalan bersama

Indahnya patung bila dipahat

Pelan pasti gesekan tukang

Muda mudi galang semangat

Untuk bangun kota karang

Tanam ubi di samping karang

Bolehlah cabut untuk dimakan

Halus kasar suara melengking

Nyanyikanlah lagu persaudaran

Pohon mahoni cabang Sembilan

Malas sapu gugur kembali

Alam ini pemberian Tuhan

Patut dijaga setiap hari

Opa brewok terlihat tampan

Kalau dipandang waktu malam

Hati – hati bahaya mangan

Ingat diri ancam alam

Indahnya taman karena bunga

Indahnya manusia karena budi

Pemberian Tuhan tak diduga

Bukan hanya satu pribadi

Pohan pisang pohon papaya

Dua – dua ada buanya

Kalau kita ingin kaya

Bukan lewat dunia maya

Nona Ina menjual bantal

Laris manis dagangannya

Zaman ini trend digital

Jangan lupa akan budaya

Pesiar kupang nongkrong Eltari

Tambah nikmat deng jagung bakar

Nona - nona pandai menari

Mainkan Ja’i Kupang gempar

Ada lontar minum airnya

Manis asam asin nano rasanya

Orang muda terancam bahaya

Narkoba memang tak ada gunanya

Ada komputer ada sampoa

Mana hitung paling cepat

Awali hari dengan doa

Sujud sembah penuh hikmat

Botak belakang ahli sejarah

Bolehlah panggil sejarawan

Ayo  dukung program pemerintah

Ciptakan Kupang green and clean

Bunda Teresa dan Kahlil Gibran

Kaya makna kata mutiara

Mari kita kumpul kekuatan

Satu hati satu suara

Datang Kupang singgah Lasiana

Sudah pulang tetap terasa

Jangan goyang nusa cendana

Pasti  menang adipura

Gaya ja’i giring bola

Aduh enak goyangan pinggul

Jalan keluar ada kepala

Berat ringan harus dipikul

Pohon cendana tanam di pot

Keluar daun dimakan gagak

Tak perlu susah pakai otot

Zaman sekarang pakai otak

Ketapang satu merajut kasih

Itu kisah  ana Kupang

Kalau kita saling mengasih

Kenapa tidak saling bergandeng

Malam minggu malam pacaran

Para hansip siap berjaga

Kalau gelap semua tampan

Tapi tetap harus siaga

Tulisan tangan terasa menggoda

Kalau ada goresan cinta

Aduh nyong aduh nona

Kita semua secita - cita

Eltari cup ada yang kalah

Para penonton siap marah

Kalau hidup sudah susah

Kenapa kita cari masalah

Tak ada peta lupa arah

Hati – hati nyasar mati

Ada kata timbul marah

Jangan simpan dalam hati

Cuci muka  menuju kali

Biar sedikit harus dibagi

Beta pergi untuk kembali

Nanti kita berjumpa lagi

Komunitas Sastra Seminari Tinggi Sint Mikhael Penfui

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved