* Enam Kecamatan Mendukung
Adonara Barat Tolak Pemekaran Kabupaten
LARANTUKA, POS KUPANG.com --Kecamatan Adonara Barat menolak Pulau Adonara dimekarkan menjadi kabupaten (daerah otonom). Sementara enam kecamatan mendukung agar Pulau Adonara menjadi kabupaten sendiri. Selain itu, beberapa desa di Kecamatan Wotan Ulumado dan Adonara Tengah tidak bersikap.
Meski demikian, pansus terus bekerja secara administratif dan akan merekomendasikan hasil kerjanya dalam rapat pleno DPRD Flotim untuk dibuat keputusan.
Hal ini terungkap dalam laporan tim pansus pada rapat panitia khusus (pansus) di Gedung DPRD Flotim, Senin (15/6/2009). Rapat pansus dipimpin Aziz Rian Tobi, didampingi Wakil Ketua DPRD, Drs. Silvester Demon Sabon dan Ignasius Kopong Tukan.
Turut hadir Ruth Wungabelen, Gafar Ismail, Betris Korebima, Bartolomeus Dores, Robertus Rebon Kreta, Benediktus Molo, Drs. H. Hengki Mukin.
Enam kecamatan yang mendukung Adonara kabupaten, yakni Kecamatan Adonara, Adonara Timur, Ileboleng, Kelubagolit, Witihama dan sebagian besar desa di Kecamatan Adonara Tengah dan Klubagolit.
Menurut tim yang turun ke Adonara Barat, sebagaimana dilaporkan anggota DPRD Gafar Ismail, penolakan Kabupaten Adonara oleh Kecamatan Adonara Barat karena kurang ada komunikasi antara Forum Pembentukan Adonara Kabupaten (FPAK) dengan masyarakat serta aspirasi penentuan ibukota kabupaten yang diwacanakan di Waiwerang.
"Ada tiga desa di Kecamatan Adonara Barat yang merasa dilecehkan oleh FPAK. Karena itu, secara keseluruhan mereka menolak. Mereka merasa kurang ada komunikasi antara FPAK dengan mereka, juga soal wacana Waiwerang menjadi ibu kota kabupaten," kata Gafar.
Sementara beberapa kepala desa di Kecamatan Wotan Ulumado dan Adonara Tengah belum menyatakan sikap. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Perwakilan Desa setempat. (iva)