SMA Swasta Katolik Recis Bajawa Siapkan 12 Rombel untuk Peserta Didik Baru 2019
Ia menyebutkan jumlah siswa yang mendaftar 542 orang. Kuota maksimal 420 siswa. Ada 122 orang yang ditolak.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
SMA Swasta Katolik Recis Bajawa Siapkan 12 Rombel untuk Peserta Didik Baru 2019
POS-KUPANG.COM | BAJAWA --- Kepala SMA Swasta Katolik Regina Pacis (Recis) Bajawa, Rinu Romanus, menyebutkan, pendaftaran siswa baru sudah dilaksanakan 29 April sampai dengan 1 Mei 2019.
"Jumlah rombongan belajar sesuai aturan maksimal 12 rombel. Satu rombel 36 orang. Jadi maksimal siswa baru kelas X yang bisa diterima 12 kali 36 yaitu 432," ujar Romanus, kepada POS KUPANG.COM di Kota Bajawa, Rabu (12/6/2019).
Ia menyebutkan jumlah siswa yang mendaftar 542 orang. Kuota maksimal 420 siswa. Ada 122 orang yang ditolak.
"Belum termasuk yang datang setelah pendaftaran ditutup bahkan sampai sekarang masih ada yang mau daftar tapi sudah tidak bisa lagi," ujarnya.
• Penangan Kasus Buang Bayi di Manggarai, 2 Kasus Sudah Proses Berkas Satu Kasus Masih Cari Pelaku
• Usai Diterpa Prahara, SDI Liliba bertekad Bangkit
• Pria Ini Curi Senjata dan Uang Brimob Saat Kerusuhan 22 Mei, Uang Rp 50 juta Hampir Habis Dipakai
Ia menyebutkan jumlah siswa yang mendaftar dan diterima jauh melampaui target dan naik sekitar 30 an persen kalau dibandingkan tahun lalu sekitar 480 an orang.
Gelar Pengenalan Lingkungan Sekolah
Romanus juga menjelaskan untuk model pembinaan siswa baru di sekolah ada kegiatan pengenalan lingkungan sekolah selama 3 hari.
Ia menjelaskan materi yang diberikan berupa ceramah, diskusi, dialog dan kegiatan yang menyenangkan untuk mengembangkan kreatifitas siswa.
"Antaralain, pengenalan visi misi sekolah, tatib sekolah, lingkungan dan kultur sekolah, motivasi belajar dan cara belajar efektif, spiritualitas, public speaking dan lain-lain dalam rangka mempersiapkan siswa baru memasuki jenjang pendidikan SMA di Recis," ujarnya.
Ia menegaskan terkait kekerasan tidak ada dilingkungan Recis Bajawa dan itu dilarang keras. Tidak boleh dilakukan. Karena sekolah tidak mengajarkan tentang kekerasan tapi yang diajarkan adalah soal pendidikan yang berkarakter.
"Tentang kekerasan dari senior kepada adik-adik atau siswa junior dengan sangat tegas melarangnya, sehingga kegiatan-kegiatan lebih pada permainan-permainan untuk merangsang kreatifitas siswa, merangsang otak kanan dan otak kiri," ujarnya.
• Youtuber Tewas Saat Aksi Naik Motor Pakai Kaki, Kirim Foto 4 Jam Sebelum Celaka
Ia menegaskan pokoknya SMA Recia lebih mengutamakan kegiatan yang punya nilai pendidikan. Persaudaraan harus dijunjung tinggi.
"Tidak ada yang lebih hebat antara yang junior dan senior, yang beda hanya yang lebih dulu lahir dan lebih dulu sekolah. Semua kita sama sama sebagai manusia-manusia yang sedang belajar.
Mereka sama sama murid," tegasnya.
Ia menyebutkan SMA Recis di bawah pelindung Bunda Maria Regina Pacis/Ratu Damai sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, disiplin, kerja keras dan kerja sama, tanggungjawab, rela berkorban, kekeluargaan dan persaudaraan dalam suasana fraternitas, bermental juara tapi sportifitas harus dijunjung tinggi.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)