Usai Diterpa Prahara, SDI Liliba bertekad Bangkit

Satu tahun terakhir sekolah mengalami masa kelam, viral di media karena tidak adanya kerjasama kita

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/RYAN NONG
Kepala SDI Liliba Yohanes Jogo Tukan SPd saat acara pengumuman kelulusan dan pelepasan siswa kelas VI pada Rabu (12/6/2019). 

Usai Diterpa Prahara, SDI Liliba bertekad Bangkit

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Sekolah Dasar Inpres (SDI) Liliba Kota Kupang bertekad untuk bangkit dan kembali menjadi salah satu  sekolah favorit di Kota Kupang setelah dalam beberapa waktu belakangan diterpa prahara karena terbelit persoalan penyelewengan dana.

Tekad ini ditegaskan oleh Kepala SDI Liliba Yohanes Jogo Tukan SPd kepada ratusan orang tua murid dan guru saat acara pengumuman kelulusan dan pelepasan siswa kelas VI di halaman sekolah tersebut pada Rabu (12/6/2019).

Yohanes yang baru menjabat kepala sekolah selama empat bulan itu mengatakan bahwa dalam kurun waktu setahun belakangan sekolah tersebut mengalami masa kelam.

"Satu tahun terakhir sekolah mengalami masa kelam, viral di media karena tidak adanya kerjasama kita. Apalagi ada pepatah bahwa ikan rusak mulai dari kepalanya," ungkap Yohanes.

Oleh karena itu, lanjutnya ia bertekad membangkitkan kembali kejayaan sekolah apalagi sekolah tersebut menyandang predikat sebagai salah satu sekolah ramah anak di Provinsi NTT.

"Sebagai kepala sekolah yang baru, saya bertekad kita membangun kerjasama yang baik yang tulus dan ikhlas agar sekolah ini kembali menjadi sekolah favorit, menjadi kebanggaan masyarakat Liliba dan Kota Kupang,"  tegasnya.

Pria Ini Curi Senjata dan Uang Brimob Saat Kerusuhan 22 Mei, Uang Rp 50 juta Hampir Habis Dipakai

SMPN 4 Langke Rembong Siap Terima Siswa Baru Sebanyak 240 Siswa

Turnamen Satar Mese Cup Mendapat Apresiasi dan Dukungan dari Bupati Manggarai

Tekad tersebut ia yakini dapat terwujud jika ada dukungan dari guru, para orang tua serta komite sekolah.

"Ada dua pengurus komite yang menjadi anggota legislatif, saya anggap menjadi modal yang sangat baik untuk menata sekolah ke depan," lanjut Yohanes.

Dengan modal sumberdaya yang dimiliki sekolah, ia berharap agar ke depan SDI Liliba dapat mencapai kejayaan.

"Sehingga stempel merah terhadap sekolah dihapus dan diganti dengan warna kuning yang berarti kejayaan,"  katanya yakin.

SDI Liliba Kota Kupang pada tahun 2018 diterpa persoalan serius karena kepala sekolah dan bendahara terjerat masalah hukum. Mereka berurusan dengan hukum setelah terindikasi melakukan korupsi dana BOS di sekolah tersebut.

Youtuber Tewas Saat Aksi Naik Motor Pakai Kaki, Kirim Foto 4 Jam Sebelum Celaka

Ini 5 Imbauan Prabowo kepada Pendukungnya Jelang Sidang Sengketa Pemilu di MK

Jemaah Shalat Id Bubarkan Diri gara-gara Khatib Ceramah Politik, Jadi Viral

Dalam acara pengumuman kelulusan, SDI Liliba menorehkan prestasi gemilang setelah meraih kelulusan 100 persen dalam ujian nasional dan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) tahun 2019.

Dari 165 siswa yang mengikuti ujian sekolah dan ujian sekolah berstandar nasional, semuanya dinyatakan lulus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved