Tips Praktis Agar Kolesterol Tidak Naik Saat Menyantap Masakan Bersantan di Hari Lebaran Idul Fitri

Makanan bersantan itu berbahaya karena mengandung saturated fatty acid atau lemak tak jenuh.

Editor: Rosalina Woso
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Opor bebek 

Kiat Praktis Agar Kolesterol Tidak Naik Saat Menyantap Masakan Bersantan di Hari Lebaran Idul Fitri

POS-KUPANG.COM--Hari Raya Idul Fitri telah tiba. Saatnya umat islam menyambutnya dengan suka cita.

Selain rasa bahagia telah melewati masa puasa, ada sejumlah persiapan yang dilakukan.

Ada yang mengenakan pakaian yang baru dan makanan yang lezat seperti opor ayam dan ketupat.

Tak sedikit orang takut menyantap masakan bersantan saat lebaran Idul Fitri.

Apalagi bagi mereka yang memiliki riwayat kolesterol tinggi dan berbagai keluhan kesehatan lainnya.

Merayakan Hari Raya Idul Fitri memang tak lengkap jika tidak menyantap makanan bersantan, mulai dari opor, rendang, sambal goreng, hingga gulai. 

Berhati-hatilah, mengkonsumsi semua makanan bersantan ini karena bisa menyebabkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh meningkat.

Makanan bersantan itu berbahaya karena mengandung saturated fatty acid atau lemak tak jenuh.

Hal ini berbeda dengan lemak tak jenuh yang berada di alpukat, yaitu unsaturated fatty acid yang tidak berbahaya.

Marc Marquez Berada di Puncak, Petrucci Geser Valentino Rossi

OMK dan Pemuda GMIT di Bajawa Ikut Amankan Perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah

Melihat Toleransi di Kota Bajawa, OMK dan Pemuda GMIT Ikut Kawal Malam Takbiran

Makanan bersantan boleh disantap tetapi jumlahnya dibatasi. 

Kolesterol merupakan penyebab utama munculnya penyakit pembunuh berbahaya seperti penyakit jantung, hipertensi, dan stroke 

Jika sudah terlanjur menyantapnya dalam jumlah banyak dan tak ingin kadar kolesterolnya naik, kamu bisa mengatasinya dengan obat alami. 

Banyak  tanaman yang secara turun temurun terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol maupun trigliserida darah.

Karena murah dan mudah didapat, tanaman ini banyak direkomendasikan.

Mengonsumsi tanaman obat, baik daun, biji, akar, maupun buahnya, tidak berarti makan tanaman itu sebanyak-banyaknya.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved