Siswi SMPN 2 Kota Waikabubak Bersama Save The Children Kampanyekan Kebersihan Menstruasi

Siswi SMPN 2 Kota Waikabubak Bersama Save The Children Kampanyekan Kebersihan Menstruasi

Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Ratusan siswi SMP N 2 Waikabubak sdg mengikuti kampanye manajemen kebersihan menstruasi bersama save the chindren di sekolah itu, Selasa (27/5/2019) 

Siswi SMPN 2 Kota Waikabubak Bersama Save The Children Kampanyekan Kebersihan Menstruasi

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Ratusan siswi SMPN 2 Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, bersama Save The Children mengkampanyekan kebersihan menstruasi yang berlangsung di sekolah itu, Selasa (28/5/2019).

Ratusan siswi nampak antusia menjawab setiap pertanyaan berkaitan dengan bagaimana menjaga kebersihan menstruasi yang disampaikan pembawa acara yang juga adalah siswi sekolah itu sendiri.

Polres Kupang Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Turangga 2019

Raisa Fatia Dewi selaku koordinator program pengembangan remaja save the children dalam sambutanya pada acara tersebut mengatakan tujuan kampanye ini adalah menumbuhkan kesadaran remaja, warga sekolah tentang pemtingnya manajemen kebersihan menstruasi, menyebarkan informasi manajemen kebersihan menstruasi lepada siswi dan warga sekolah melalui kampanye hari kebersihan menstruasi yang diorganisir kader kesehatan remaja di sekolah dan meningkatkan partisipasi remaja menyuarakan kebutuhan tentang manajemen kebersihan menstruasi.

Setelah kampanye, demikian Raisa, pihaknya akan menindaklanjui dengan melakukan pendampingan bulana kepada kader kesehatan remaja dalam melaksanakan rencana tindaklanjut pelaksanaan hari kebersihan menstruasi dan memberikan konseling kepada kader remaja.

Pelni Cabang Kupang Sediakan Mudik Lebaran Gratis Bagi 300 Penumpang

Kampanye menstruasi di kalangan remaja perlu dilaksanakan mengingat berdaarkan hasil penelitian Save The Children tahun 2017 menemukan sebanyak 82 persen remaja putri di Kabupaten Sumba Barat dan 71 persen remaja putri di Kabupaten Sumba Tengah mengalami menstruasi rutin usia 13-19 tahun.

Bahkan 7 persen remaja putri di kedua kabupaten itu pertama mengalami menstruasi pada usia 10-12 tahun.

Namun demikian, harus diakui sebagian remaja putri belum memiliki pengetahuan tentang menstruasi yang mendukung mereka dalam menjagakesehatan selama menstruasi.

Karena itu, ia berharap melalui kegiatan kampanye bersama tersebut dapat memberikan pengetahuan dan keterampialn kepada remaja putri akan pemahamnnya tentang bagaimana menjaga kebersihan selama menstruasi sehingga terjamin kesehatannya. (Laporam Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved