Tagihan Game Online Hampir Rp 12 Juta, Ini yang Dilakukan Ibu di Kediri

Tagihan pembayaran game online yang harus dibayar Ririn Ike Wulandari (37), seorang ibu di Kediri, Jawa Timur, total mencapai angka Rp 11.994.000.

Editor: Ferry Ndoen
KOMPAS.com/SHUTTERSTOCK
Ilustrasi tampilan game smartphone 

POS KUPANG.COM- Tagihan pembayaran game online yang harus dibayar Ririn Ike Wulandari (37), seorang ibu di Kediri, Jawa Timur, total mencapai angka Rp 11.994.000.

Saat ini, dia tengah berupaya menyelesaikan masalah itu. Dia masih punya kesempatan penyelesaian sebelum tenggang pembayaran tagihan telepon pascabayar yang jatuh pada tiap tanggal 20.

Selain itu, dia juga punya kesempatan untuk melakukan klaim keberatan kepada penyedia jasa pembelian game hingga waktu 90 hari usai transaksi. Sisi ini yang sedang menjadi fokusnya.

Kasus Korupsi Panwaslu Kota Kupang, Ance Divonis 3,6 Tahun

Oleh sebab itu, Ririn mengungkapkan, sedang menghubungi langsung pengembang game maupun Google Play agar sebisa mungkin transaksi yang sudah ada, bisa dibatalkan.

"Saya ambil dua cara itu," ujar Ririn saat ditemui di rumahnya di Ngadiluwih Kabupaten Kediri, Kamis (11/4/2019).

Dia bersyukur dari upayanya itu, beberapa transaksi sudah berhasil dilakukan pembatalan. Pada upaya awal, kata dia, berhasil refund Rp 1.197.0000 dari pembatalan transaksi yang ada di Google Play.

Lalu, dia menambahkan, juga berhasil melakukan pembatalan secara total transaksi pembelian pada game Minecraft.

Nominal pembatalan itu sebesar Rp 789.000. Nilai tersebut sebelumnya atas transaksi pembelian game sebesar Rp 99.000 dan Rp 690.000 untuk pembelian item permainan.

"Minecraft solved," ujarnya.

Polisi Harus Seperti Pelayan Restoran

Atas keberhasilannya itu, perhatiannya kini dititikberatkan pada 2 jenis game online lainnya, yaitu Mobile Legend dengan nominal transaksi Rp 3.431.000 dan game Free Fire Rp.6.577.000.

"Memang harus sabar menunggu balasan email-emailnya," kata Ririn.

Selain itu, dia juga harap-harap cemas menunggu kabar apakah keberhasilannya menggagalkan transaksi itu otomatis mengurangi tagihannya di provider pascabayar.

Sebab, pada operator seluler itu, hingga saat ini baru ada pengurangan sebesar Rp 355.040 melalui pesan pendek yang masuk.

Sebelumnya diberitakan, Ririn kaget mengetahui tagihan telepon pascabayar milik suaminya membengkak dari biasanya Rp 40 ribu mendadak berubah menjadi Rp 11 juta.

Usut punya usut, anak lelakinya yang masih usia 12 tahun dan duduk di bangku kelas 6 SD menggunakan nomor telepon dan email bapaknya, tanpa sepengetahuan orang tuanya, untuk membeli fasilitas game online itu.

Kisahnya ini awalnya diceritakan oleh Ririn melalui akun Facebook dengan nama yang sama. Ririn membuat hingga 5 catatan tentang kisahnya itu. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved