Masyarakat Diminta Laporkan Pelanggaran ke Bawaslu

Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) Kabupaten Belu meminta masyarakat untuk pro aktif mengawas tahapan penyelenggaraan pemilu.

Masyarakat Diminta Laporkan Pelanggaran ke Bawaslu
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Peserta Sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Tahapan Pemilu di Hotel Nusantara II, Selasa (2/4/2019). 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) Kabupaten Belu meminta masyarakat untuk pro aktif mengawas tahapan penyelenggaraan pemilu. Apabila ditemukan indikasi Pelanggaran Pemilu segera melaporkan ke Bawaslu.

Harapan itu disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Belu, Andreas Parera dalam sambutaannya saat membuka acara Sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Tahapan Pemilu di Hotel Nusantara II, Selasa (2/4/2019).

Menurut Andreas, pemilu serentak tahun 2019 dinilai rawan karena setiap orang berlomba-lomba memainkan strategi untuk memenangkan pertarungan. Potensi kecurangan bisa saja terjadi dalam tahapan penyelenggaraan pemilu.

Kota Reinha Makin Bersih Jelang Perayaan Semana Santa

Untuk itu, Bawaslu terus mendorong masyarakat untuk pro aktif mengawasi pelaksanaan pemilu dan melaporkan kepada Bawaslu apabila ada pelanggaran.

Andreas mengatakan, pengawasan pemilu tidak hanya dilakukan Bawaslu sendiri tetapi dibutuhkan pengawasan partisipatif dari seluruh elemen masyarakat. Itu sebabnya, dalam setiap sosialisasi, Bawaslu mengundang seluruh elemen masyarakat agar menyamakan persepsi dalam pengawasan.

Jokowi Tegaskan TNI-Polri Harus Netral dalam Pemilu

Andreas juga mengharapkan pimpinan parpor yang hadir dalam sosialisi agar materi yang didapat dalam sosialisasi bisa diteruskan kepada caleg.

Pasalnya, Bawaslu sering berdebat dengan caleg di lapangan hanya karena perbedaan pendapat. Padahal, substansi yang diperdebatkan sudah pernah disosialisasikan oleh Bawaslu.

"Saya senang hari ini caleg banyak hadir. Caleg penting hadir karena sering kali kami berdebat dengan caleg di lapangan karena informasi yang kami sampaikam dalam rapat dengan pimpinan parpol tidak sampai ke caleg," kata Andreas.

Kegiatan sosialisasi dengan slogan "Bersama rakyat awasi pemilu, bersama bawaslu tegakkan keadilan pemilu" dihadiri sejumlah unsur komponen masyarakat. Di antaranya,
tokoh agama, pimpinan parpol, anggota atau penghubung DPD, tokoh wanita, tokoh lintas etnis dan tokoh pemuda. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved