BBPP Kupang Gelar Pelatihan Teknis Tematik Peternakan di Fatusene

Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang ( BBPP Kupang ) Gelar Pelatihan Teknis Tematik Peternakan di Fatusene

BBPP Kupang Gelar Pelatihan Teknis Tematik Peternakan di Fatusene
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kepala BBPP Kupang, Dr. Ir. Adang Warya, MM saat sedang memberikan sambutan pada kegiatan pelatihan teknis tematik peternakan di Aula Desa Fatusene, Kamis (14/3/2019). 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang ( BBPP Kupang ) kembali menggelar pelatihan teknis tematik peternakan bagi non aparatur angkatan IV.

Pelatihan tersebut langsung dilaksnaakan di Aula Desa Fatusene, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten TTU, Kamis (14/3/2019). Kegiatan tersebut dilakukan selama tiga hari terhitung sejak 14-16 Maret 2019.

Kepala BBPP Kupang, Dr. Ir. Adang Warya, MM menuturkan, kegiatan pelatihan teknis tematik peternakan bagi non aparatur dilakukan untuk membahas masalah peternakan yang dihadapi oleh masyarakat peternak.

Nikmati Akhir Pekan di Singapura dengan Garuda Indonesia

"Tujuannya untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh para peternak disini. Jadi kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 orang peternak dari beberapa desa yang ada disekitar sini," jelasnya.

Dijelaskan, pemilihan Desa Fatusene sebagai tuan rumah pelatihan tersebut karena memang Desa Fatusene adalah desa dengan populasi ternak yang cukup banyak serta memiliki pakan ternak yang banyak pula.

Poltekkes Kemenkes Kupang Lepas 39 Ahli Madya Pendidikan Jarak Jauh D-III Kebidanan

"Jadi kita harapkan kegiatan pelatihan tematik bisa berjalan dengan baik dan para peternak bisa mengembangkan peternakannya dengan baik sehingga program swasembada daging bisa tercapai," jelasnya.

Adang menjelaskan, tujuan dari pelatihan tersebut agar dapat terjadi peningkatan kompetensi dan kemampuan bagi para peternak yang ada di Desa Fatusene untuk memelihara ternaknya.

"Sehingga tata laksana ternak ini menjadi lebih baik lagi. Ternak kita sudah tidak lepas lagi. Dan nanti dalam pelatihan kita akan arahkan untuk melakukan paronisasi dan sistem kandang," jelasnya.

Adang menjelaskan, dalam beternak sebaiknya ternak harus dapat dikandangkan dengan baik. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar ternak tidah melakukan perkawinan alam.

"Kalau perkawinan alam, yang kita khawatirkan adalah perkawinan sedarah. Kalau perkawinan sedarah maka hasilnya tidak lebih baik dari pada induknya. Jadi semakin lama semakin kecil," jelasnya.

Selain itu, dalam latihan tersebut, tambah Adang, pihaknya juga akan memberikan pelatihan ensiminator. Dimana pelatihan yang dilakukan untuk para petugas yang akan melakukan ensimimasi buatan untuk ternak.

"Sehingga kita bisa lihat ternak semakin lama semakin baik. Kalau itu dilakukan ternak kedepan akan lebih baik. Jadi tujuan kita pelatihan ini supaya ternak di NTT ini semakin lama semakin baik," jelasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved