Prihatin dengan Kondisi Jalan Rusak, Belasan Anak dari Desa Langedawe di Nagekeo Tambal Jalan

Prihatin dengan Kondisi Jalan Rusak, Belasan Anak dari Desa Langedawe di Nagekeo Tambal Jalan

Prihatin dengan Kondisi Jalan Rusak, Belasan Anak dari Desa Langedawe di Nagekeo Tambal Jalan
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Anak-anak dari Kampung Malawona saat menambal jalan yang rusak di tanjakan Degho Desa Langedhawe Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo, Kamis (14/2/2019). 

Prihatin dengan Kondisi Jalan Rusak, Belasan Anak dari Desa Langedawe di Nagekeo Tambal Jalan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Pemandangan berbeda saat melintasi jalan poros tengah Aemali - Mbay, Kamis (14/2/2019) sekitar pukul 16.00 Wita.

Tepatnya di tanjakan Kampung Degho pertigaan Malawona Desa Langedhawe Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo, sore itu tampak sekitar belasan orang anak-anak usia sekolah berkumpul dikawasan itu.

Anak-anak itu sedang bergotong-royong menambal jalan yang rusak parah. Mereka tampak menggali tanah dan menutup beberapa titik jalan berlubang ditanjakan itu.

CIS Timor dan Kompak Gelar Diskusi Rawat Keberagaman

Mereka merupakan anak-anak dari Kampung Malawona Desa Langedhawe. Tanpa ada rasa malu dan takut, anak-anak terlihat begitu semangat saat itu.

Iyan Niku (15) mengaku kegiatan yang dilakukan itu merupakan spontanitas dan inisiatif dari anak-anak Langedhawe.

Iyan begitu ia disapa mengaku sangat prihatin dengan kondisi jalan yang rusak ditanjakan Degho.

BREAKING NEWS: Jembatan Wailamun di Sikka Ambruk Dihantam Banjir

"Tidak ada yang suruh kami. Ini namanya tanjakan Degho. Kami dari Kampung Malawona. Kasihan pengendara lewat jalan rusak, apalagi disini mendaki, rusak lagi jalannya," papar Iyan, kepada POS- KUPANG.COM di Degho.

Ia mengaku jika ada pengendara lewat yang memberikan uang akan diterima, tapi kalau tidak mereka tidak paksa. "Kami kerja saja. Biar sedikit terbantu," siswa SMP Negeri 2 Malawona ini.

Fitlin Tua (14) mengaku prihatin dengan kondisi jalan yang rusak dikawasan itu. Fitlin juga mengaku sedih karena banyak melihat pengendara sepeda motor yang jatuh ketika sampai ditanjakan Degho.

" Kami kasihan mereka. Kami sering mereka jatuh motor. Kami sedih,"ujar Siswa Kelas I SMP Negeri 2 Malawona ini.

Ia berharap agar Pemerintah membuka mata dan segera memperbaiki jalan yang rusak. Sehingga tidak ada korban jiwa ditempat ini. "Saya usulkan kerja jalan disini. Kasihan pengendara," ujarnya.

Anak lainnya, Blasius Ano (15) mengaku senang bergotong-royong saat itu. Blasius mengaku ia dan kawan-kawannya rela bekerja meskipun tidak seberapa hasilnya.

"Kami tambal saja dengan tanah. Kami senang bisa kerja ini. Kami tidak tuntut apa-apa dari pengendara," ujarnya.

Rojer Nipa (14) mengaku dirinya diajak oleh kawan lainnya untuk berpartisipasi dalam kerja bersama tersebut. "Teman-teman ajak makanya saya datang. Kami kerja suka rela saja," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved