CIS Timor dan Kompak Gelar Diskusi Rawat Keberagaman

CIS Timor dan Kompak Gelar Diskusi Rawat Keberagaman dan menghargai perbedaan, di Hotel Elmylia, Kamis (14/2/2019).

CIS Timor dan Kompak Gelar Diskusi Rawat Keberagaman
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Ana Djukana sedang memandu diskusi yang digelar oleh CIS Timor dan KOMPAK di Hotel Elmylia, Kamis (14/2/2019). 

CIS Timor dan Kompak Gelar Diskusi Rawat Keberagaman

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Circle Imagine Society ( CIS ) Timor dan Komunitas Peace Maker (KOMPAK) menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang merawat keberagaman dan menghargai perbedaan. Diskusi ini berlangsung di Hotel Elmylia, Kamis (14/2/2019).

Hadir pada acara ini, perwakilan dari CIS Timor, KOMPAK. Diskusi untuk mengetahui strategi yang efektif dan inovatif berdasarkan pengalaman jejaring ini dipandu Ana Djukana.
Pada awal kegiatan diawali dengan penulisan sebuah kata oleh semua peserta pada karton dan ditempel di papan.

BREAKING NEWS: Jembatan Wailamun di Sikka Ambruk Dihantam Banjir

Di sesi awal Ana Djukana meminta peserta membuat kelompok diskusi, kemudian membeeikan sejumlah pertanyaan bagi peserta diskusi.

Pertanyaan yang disampaikan agar dijawab oleh kelompok diskusi, yakni soal kesan awal peserta diskusi bergabung di KOMPAK atau bergabung dengan anak mudaintas agama, perubahan yang dirasakan, komitmen yang akan dilakukan dan lainnya.

Suhardi Alius Sebut Banyak Negara Belajar dari Indonesia Soal Menangkal Terorisme

Pertanyaan lain adalah bahwa langkah-langkah apa yang dilakukan guna menghindari kekerasan intoleransi yang diakibatkan oleh politik dengan fundamentalisme agama.

Kepada awak media, Ana juga menyodorkan tiga pertanyaan, yakni apa pandangan wartawan terhadap KOMPAK, bagaimana membangun resolusi konflik berbasis agama,suku dan gender dari sisi media dan pertanyaan terakhir adalah bagaimana jurnalis membantu mempromosikan penghargaan keberagaman agama, suku dan kesetaraan gender.

Kelompok diskusi langsung membahas dan menjawab pertayaan. Sebelum setiap kelompok memberi jawaban, didahului dengan yel-yel toleransi dan cinta kedamaian yang dibuat setiap kelompok.

Satria dari kelompok 1 menceritrakan pengalaman awal bergabung dengan KOMPAK. Satria mengatakan, dirinya berbahagia bisa mengenal sesama dan berani maju, memiliki banyak teman, jika dulu hanya hidup sendiri maka bisa berbagi dan hidup dalam keberagaman

"Hidup dulu hanya dalam satu ras golongan agama, tapi dengan Kompak bisa hidup berdampingan , sikap toleran dan saling menghargai," kata Satria.

Ana Djukana mengharapkan agar peserta diskusi agar terus mempromisikan menghargai antar perbedaan-perbedaan.

"Jika kita menghargai perbedaan,maka kita tidak bisa memaksa orang untuk mengikuti kita," kata Ana.

Dia mengatakan, dunia pers diharapkan bisa menyampaikan informasi yang benar, apalagi dengan perkembangan Iptek digitalisasi maka media harus menghindari berita profokatif dan hoaks. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved