Warga Bidoa di Nagekeo Mengeluh PPL Tidak Bertugas

Dengan tidak pernah bertugas dilapangan, para petani mengalami kesulitan terutama mendapatkan jatah Pupuk bersubsidi.

Warga Bidoa di Nagekeo Mengeluh PPL Tidak Bertugas
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Ketua Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sama Rasa, Adrianus Ebo. 

Warga Bidoa di Nagekeo Mengeluh PPL Tidak Bertugas

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sama Rasa, Adrianus Ebo, mengaku warga desa Bidoa, kecamatan Nangaroro mengeluhkan bahwa sejak tahun 2018 hingga tahun 2019 sekarang, Petugas Penyuluh Lapangan ( PPL ) yang ditempatkan di wilayah desa Bidoa tidak pernah menemui para petani.

Dengan tidak pernah bertugas dilapangan, para petani mengalami kesulitan terutama mendapatkan jatah Pupuk bersubsidi.

Untuk mendapatkan pupuk subsidi, para petani diwajibkan mengisi format Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani ( RDKK )yang disiapkan oleh Petugas Penyuluh Lapangan.

"Karena tidak pernah bertugasnya Petugas Penyuluh Lapangan, maka para kelompok tani tidak bisa berbuat apa - apa selama dua tahun, sejak tahun 2018 sebab mereka tidak tahu keberadaan pegawai tersebut," ungkap Adrianus, saat ditemui POS-KUPANG.COM, di Aegela Desa Bidoa Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, Selasa (12/2/2019).

Menurut Adrianus, selama

Warga Mengeluh Harga Pupuk Mahal

Dua Siswi Kelas 1 SMK Terlibat Prostitusi Online, Seorang Mahasiswa Jadi Mucikarinya

Jungkook BTS Tertangkap Kamera Grammy Awards Lakukan Ini Saat Miley Cyrus Bernyanyi di Atas Panggung

ini masyarakat tidak mengetahui pegawai PPL tersebut, karena sejak 2018, pegawai itu tidak pernah menemui masyarakat desa Bidoa.

Dengan tidak pernah bertugasnya pegawai itu, masyarakat petani merasa dirugikan karena selama dua tahun ini, para petani tidak pernah mendapatkan jatah pupuk bersubsidi.

"Hingga saat ini, masyarakat desa Bidoa, tidak mengenal PPL itu, walaupun kami tahu, ada petugas PPL yang ditempatkan di Desa Kami," ujarnya.

Ia menjelaskan sejak 2018 hingga sekarang, masyarakat petani ketika membutuhkan pupuk, terpaksa harus membeli pupuk non subsidi dengan harga yang sangat mahal.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved