Minyak Tanah Jatah Maumere Kabur ke Kabupaten Tetangga

justru minyak tanah dari Maumere diangkut keluar dari Kota Maumere ke Kecamatan Kota Baru dan Maurole di Kabupaten Ende.

Minyak Tanah  Jatah Maumere Kabur  ke  Kabupaten Tetangga
ILUSTRASI
Minyak tanah

Minyak Tanah  Jatah Maumere Kabur  ke  Kabupaten Tetangga

POS-KUPANG.COM|MAUMERE---Kelangkaan minyak tanah  telah  menjadi  masalah rutin  di awal  tahun  di Kota Maumere, Kabupaten  Sikka, Pulau  Flores, Propinsi Nusa Tenggara  Timur   (NTT).

Ketika konsumen  di  Kota Maumere   kesulitan mendapatkan minyak tanah  memenuhi kebutuhan  rumah  tangga setiap  hari, justru  minyak  tanah  dari Maumere diangkut  keluar   dari  Kota Maumere ke   Kecamatan Kota Baru dan Maurole di  Kabupaten  Ende.  

Selain juga  dijual oleh agen kepada pelanggan  tertentu.

POS-KUPANG.COM,  mendapati  setiap  hari  mobil pikap   memuat minyak tanah  menggunakan jeriken  ukuran jumbo  dibeli  dari  beberapa agen di  Kota Maumere.  

Kajati Pending Sementara Kasus yang Melibatkan Jonas Salean. Ini Kasusnya!

Anggota Satgas Yonmeks 741/GN Evakuasi Mobil yang Terseret Banjir di Desa Inbate

Ketika  memuat  minyak  tanah,  pengemudi pikap menutup dengan  terpal  agar  tak  dilihat muatanya.  

Demikian juga beberapa pembeli  lain  dari  Maumere   yang menggunakan  banyak  jeriken jumbo  bisa mendapatkan  minyak tanah setiap  hari. 

Dugaan kuat  para pembel  dari  luar kota  dan   dari dalam kota Maumere   yang menggunakan  banyak jeriken jumbo bekerjasama  dengan  agen  minyak tanah di  Kota  Maumere. 

Mereka  bisa  menitip jeriken ke agen  dan  kembali keesokan   hari  mengambil minyak tanah.  

Sedangkan  warga sekitar  kompleks  tempat tinggal agen tidak bisa menitip  jeriken,  karena  agen beralasan  jeriken  hilang.

Guru dan Penyuluh Pertanian di Manggarai Jadi Prioritas Testing P3K

Daniel Hurek Sebut Limbah RPH Oeba Sudah Sangat Mengganggu

Ulah agen minyak tanah nakal banyak ditemui di Kota Maumere.

Mereka selalu berpura-pura minyak tanah  tidak ada, namun ketika ada pengiriman  dari Depo Pertamina, mereka  buru-buru mengisi pesanan  jeriken besar kemudian menyembunyikanya.

Ketika warga  sekitar hendak membeli, agen beralasan minyak tanah   habis. Kalau pun   masih  bisa dijual  kepada warga sekitar,  merupakan minyak tanah sisa  setelah mengisi  jatah langganan jeriken besar.( Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius Mo’a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved