Guru dan Penyuluh Pertanian di Manggarai Jadi Prioritas Testing P3K

Formasi P3K di Manggarai yang akan mengikuti testing sudah dikeluarkan Kemenpan RI.

Guru dan Penyuluh Pertanian di Manggarai Jadi Prioritas Testing P3K
POS KUPANG/ARIS NINU
Plt Kepala BKPP Manggarai, Drs. Anglus Angkat, M.Si

Guru dan Penyuluh Pertanian di Manggarai Jadi Prioritas Testing P3K

POS-KUPANG.COM|RUTENG-Formasi guru dan penyuluh pertanian di Kabupaten Manggarai akan menjadi prioritas pertama guna diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang nemilikki status sama dengan PNS ahap pertama.

Formasi P3K di Manggarai yang akan mengikuti testing sudah dikeluarkan Kemenpan RI.

Untuk Manggarai formasi ada 61 orang dengan perincian guru 24 dan tenaga penyuluh pertanian 37 orang.

Sedangkan tenaga kesehatan untuk tahap pertama formasinya tidak ada.

Daniel Hurek Sebut Limbah RPH Oeba Sudah Sangat Mengganggu

Kisah Anak Sekolah Kampung Kekadena-Malapadhu di Nagekeo Bertaruh Nyawa Demi Cita-Cita

Ketiadaan formasi kesehatan ini karena sesuai data di Menpan RB RI semua telah diangkat menjadi PNS.

Sedangkan yang belum diangkat sesuai data di Menpan RB dan Kementerian Pertanian RI ada 61 orang.

"Formasi terbatas yang menjadi prioritas pertama adalah guru dan penyuluh pertanian. Kami sedang berada di Jakarta guna mengecek formasi tersebut sehingga bisa dikeluarkan aplikasinya oleh pusat dan kami di daerah tinggal menyesuaikan saja. Maka itu kami lagi tanya mekanisme dan persyaratan. Yang jelas tahap pertama P3K di Manggarai adalah guru dan penyuluh pertanian," kata Plt Kepala BKPP Manggarai, Drs. Anglus Angkat, M.Si yang dihubungi POS-KUPANG.COM, Selasa (12/2/2019) pagi.

Anglus mengungkapkan, sesuai data tenaga kontrak di Manggarai yang belum diangkat ada 61 orang dengan rincian gurunya 24 dan penyuluh pertaniannya 37.

Bahaya Virus Senoglosomania

Gubernur NTT Harapkan Patisipasi Masyarakat Sumbar Pada Pemilu Capai 80 Persen

"Bupati Manggarai menginginkan dan mengharapkan tahap pertama memprioritaskan tenaga kontrak yang belum diangkat menjadi ASN. Jadi usulannya perhatikan yang lama sehingga semua bisa diangkat. Untuk tahap dua kami belum tahu formasinya. Tahap pertama sudah ada formasinya sebanyak 61 orang," papar Anglus.

Ia mengungkapkan, sekembali dari Jakarta pihaknya akan mengeluarkan pengumuman resmi kepada pelamar guru dan penyuluh pertanian guna mendaftar agar mengikuti ujian.

"Maka itu kami lagi cek semua ketentuan soal mekanisme dan persyaratan di Jakarta," tutur Anglus.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved