Sebelum Dilantik Jadi Bupati dan Wabup Manggarai Timur, Agas dan Jaghur Minta Restu Leluhur

Sebelum Dilantik Jadi Bupati dan Wabup Manggarai Timur, Agas dan Jaghur Minta Restu Leluhur

Sebelum Dilantik Jadi Bupati dan Wabup Manggarai Timur, Agas dan Jaghur Minta Restu Leluhur
ISTIMEWA
Bupati Matim, Agas Andreas, S.H, M.Hum dan Wabup Matim, Drs. Jaghur Stefanus 

POS-KUPANG.COM | BORONG - Sebelum dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas, S.H, M.Hum dan Drs. Jaghur Stefanus telah meminta restu kepada leluhur agar bisa memimpin daerah ini menjadi lebih baik. Keduanya akan dilantik Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, Kamis (14/2/2019).

Kabag Humas Setda Matim, Bonifasius Sai dalam rilis kepada POS-KUPANG.COM di Borong, Senin (11/2/2019) siang, menjelaskan, Bupati Agas dan Wabup Jaghur sebelum dilantik telah meminta permohonan leluhur lewat ritus adat wuat wa'i, Jumat (8/2/2019) pagi di Kantor Bupati Matim, Lehong, Borong.

"Ritus adat wuat wa'i ini digelar oleh Pemkab Matim dilaksanakan di ruang Siri Bongkok Kantor Bupati Matim di Lehong. Hadir dalam acara ritus adat itu, Plt. Sekda Matim, Fansi Jahang, pimpinan DPRD Matim, para Asisten Sekda Matim, pimpinan OPD, sejumlah staf ASN dari seluruh OPD, para camat, istri dan keluarga dari paket Aset, tua adat dari sejumlah kampung, dan tokoh masyarakat. Semua yang hadir berbusana adat Manggarai," kata Boni.

Alokasi Dana Desa di Sumba Tengah Meningkat, Tahun 2019 Mencapai Rp 70 Miliar

Ia mengungkapkann saat acara itu ada permohonan atau doa restu leluhur yang dibicarakan lewat sekor ayam jantan putih dan sekor babi.

"Tokoh adat, Kanis Lajong yang ditugaskan menyampaikan doa adat. Setelah didoakan, hewan yang ada disembelih dan sebagian darahnya digosok pada jari kaki pasangan Aset bersama jari kaki dari istri masing-masing," ujar Boni.

Puskesmas Waning di Manggarai Barat Kini Miliki Rumah Tunggu Bersalin

Ia mengatakan, Bupati Matim dan Wabup Matim akan dilantik oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, di Kupang.

Setelah pelantikan di Kupang, jelas Boni, pada Senin (18/2/2019) mendatang, Bupati dan Wabup Matim akan dijemput di Wae Reno, perbatasan Kabupaten Manggarai dan Matim.

Setelah itu, keduanya akan dihantar ke Kantor Bupati Matim di Lehong. Tokoh adat, Kanis Karjong, kepada wartawan dalam konferensi pers kepada wartawan, menjelaskan, ritus adat wuat wa'i yang digelar itu intinya meminta doa restu kepada sang kuasa melalui para leluhur di Matim agar tidak ada hambatan atau halangan dalam proses pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Matim.

"Tentu dengan dukungan leluhur, semuanya berjalan aman dan lancar. Dalam acara wuat wa'i itu, dilakukan acara "selek" (merias secara adat) bagi kedua pasangan yang mau dilantik dan akan kembali ke Kantor Bupati Matim di Lehong, untuk kembali digelar ritus adat "caca selek"," ujar Kanis.

Ia menegaskan, ritus ada yang dilaksanakan tujuannya menyampaikan ucapan syukur atau terima kasih kepada leluhur atas proses pelantikan yang terjadi.

"Dalam acara caca selek, sembari minta dukungan dan perlindungan leluhur untuk tugas Bupati dan Wabup Matim. kita buat ritual wuat wa'i, intinya berdoa kepada Tuhan melalui leluhur di Matim, agar jauh dari segala gangguan. Disini minta leluhur untuk selalu menjaga, mulai berangkat dari Matim ke kupang. Tiba di kupang dalam prosesi pelantikan selalu aman dan lancar. Juga perlindungan sampai pulang kembali ke Matim", jelas Kanis.

Sementara Plt. Bupati Matim, Agas Andreas, mengatakan ritus adat "selek" makna membuat orang selalu tampil baik adanya. Makna dari tapil baik juga luas. Tentu salah satunya, tidak boleh ada gangguan dalam diri seseorang.

Dalam konteks pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, digelar ritus adat supaya segala urusan dalam proses pelantikan, tidak ada hambatan. Disini minta leluhur supaya bisa merestui dan mejaga.

"Ini selek untuk pelantikan sebagai bupatai dan wakil bupati. Tentu sebelum kami dilantik, diharapkan kami selalu tampil baik. Lewat doa adat diucapkan, kita minta para leluhur, untuk jauh dari segala hambatan atau gangguan. Kita minta supaya acara ini berjalan aman dan lancar. Tidak saja di hari pelantikan, tapi minta leluhur jaga berangkat dari Matim ke kupang hingga balik pulang ke Matim," kata Agas. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved