Kejari Lembata Pelajari Berkas Korupsi Pembangunan Gedung Posyandu di Tobotani

Kejari Lembata Pelajari Berkas Korupsi Pembangunan Gedung Posyandu di Tobotani

Kejari Lembata Pelajari Berkas Korupsi Pembangunan Gedung Posyandu di Tobotani
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lembata, Aluwi 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Kejari Lembata, kini sedang mempelajari berkas perkara kasus dugaan korupsi dalam Pembangunan Gedung Posyandu di Desa Tobotani, Kecamatan Buyasuri. Pemeriksaan berkas perkara itu akan berakhir dalam waktu dekat ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lembata, Aluwi melalui Kasie Pidsus, Erwin Rangkuti, ketika ditemui POS- KUPANG.COM di ruang kerjanya, Senin (11/2/2019).

"Saat ini kami masih pelajari berkas perkara kasus dugaan korupsi itu. Berkas itu kami terima dari kepolisian pada Jumat (8/2/2019) sehingga pemeriksaan berkas itu akan berakhir Rabu atau Kamis (13-14/2/2019) nanti," ujar Erwin.

IRT yang Sedang Hamil 8 Bulan Ini Diancam Penjara 5 Tahun karena Aniaya Bocah 7 Tahun

Dikatakannya, pihaknya masih mempelajari materi perkara itu. Olehnya belum bisa dipastikan apakah pengembalian berkas nanti akan dilengkapi dengan petunjuk agar penyidik tipikor Polres Lembata melengkapi berkas perkara tersebut, atau tidak.

Jika ada petunjuk, lanjut dia, maka pihaknya akan melampirkan itu dalam pengembalian berkas nanti.

Manajemen PLN Ingatkan Karyawan Berhati-hati dalam Bekerja

"Semuanya akan kami lakukan sesuai aturan yang berlaku. Jadi saat ini kami masih mempelajari berkas perkara itu," ujarnya.

Apakah ada kemungkinan bertambahnya tersangka dalam kasus itu? Erwin mengatakan, kemungkinan itu ada. Oleh karena itu pihaknya terus mendalami berkas perkara yang saat ini ada ditangannya.

"Dalam menangani kasus korupsi, kemungkinan bertambahnya tersangka itu, selalu ada. Begitu juga dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung posyandu di Desa Tobotani itu," ujarnya.

Meski mengungkapkan hal seperti itu, namun Erwin enggan memastikannya. Sebab saat ini pihaknya masih mempelajari berkas perkara tersebut.

"Kita lihat saja saat berkas perkara ini kami kembalikan ke tangan penyidik tipikor Polres Lembata. Dalam minggu ini hal itu sudah bisa diketahui," ujarnya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved