IRT yang Sedang Hamil 8 Bulan Ini Diancam Penjara 5 Tahun karena Aniaya Bocah 7 Tahun

IRT yang Sedang Hamil 8 Bulan Ini Diancam Penjara 5 Tahun karena Aniaya Bocah 7 Tahun

IRT yang Sedang Hamil 8 Bulan Ini Diancam Penjara 5 Tahun karena Aniaya Bocah 7 Tahun
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Tersangka SSM (Jilbab) sedang berada di ruang Unit PPA Satreskrim Polres Sumba Timur 

IRT yang Sedang Hamil 8 Bulan Ini Diancam Penjara 5 Tahun karena Aniaya Bocah 7 Tahun

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Penanganan kasus penganiayaan terhadap bocah perempuan berinisial NA (7) siswa sekolah dasar (SD) di salah satu SD di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, oleh Tim Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Sumba Timur sudah mencapai 80 persen.

Tim penyidik merencanakan akan mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Waingapu.

Kapolres Sumba Timur, AKBP Victor MT Silalahi, SH.,MH melalui Kasubag Humas Polres Sumba Timur Iptu I Made Murja menyampaikan itu kepada wartawan, Senin (11/2/2019).

Manajemen PLN Ingatkan Karyawan Berhati-hati dalam Bekerja

Made menjelaskan korban bocah perempuan berinisial NA (7) tersebut dianiaya oleh kakak kandung korban berinisial SSM (25) seorang ibu rumah tangga.

Made juga menjelaskan kasus penaniayaan itu berawal dari korban ditemukan oleh warga sedang menangis di pinggir jalan tepatnya di gapura depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Pakamburung, Kelurahan Kamalaputi, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Rabu (6/2/2019) sekitar pukul 23.00 Wita.

Diinterpelasi DPRD, Bupati Sikka Menyatakan Ia Tidak Gentar

Kemudian oleh warga diserahkan ke anggota Satlantas Polres Sumba Timur bernama Brigpol Muhamad Abd. Hakim, yang kebetulan sedang melaksanakan patroli melewati kawasan tersebut.

Dikatakan Made, setelah ditemukan warga kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian di Polres Sumba Timur pada tanggal 7 Frebuari 2019. Sehingga tim penyidik langsung melakukan tindakan penganan TKP dan melakukan penyelidikan.

"Sudah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi dan juga kepada tersangka dan sampai dengan saat ini sudah dilakukan penyidikan. Sedangkan proses penganan kasus ini sudah mencapai 80 persen dan hari ini rencananya dikirim SDPD kepada pihak Kejaksaan Negeri Waingapu," terang Made.

Made juga menjelaskan dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka dimana tersangka memberikan alasan bahwa korban tidak mau belajar, disuruh belajar tetap tidak mau belajar, sehingga karena tersangka tidak mengendalikan emosi kemudian menganiaya korban dengan memukul korban menggunakan hanger baju, dan menggigit korban menyebab korban mengalami luka di sekujur tubuh.

"Perbuatan yang dilakukan tersangka terhadap korban tersebut sudah dilakukan sebanyak tiga kali yang dimulai dari tanggal 4 sampai 6 Frebuari 2019, kemudian karena korban takut maka lari dari rumah," kata Made.

Made juga mengatakan, terkait kasus ini pihak Penyidik dari Unit PPA Satreskrim Polres Sumba Timur tidak melakukan penahanan terhadap tersangka karena pertimbangan kemanusiaan sebab tersangka dalam keadaan hamil dengan usia kehamilan 8 bulan.

Made juga menjelaskan untuk sementara pasal yang disangkakan terhadap tersangka yakni pasal 44 ayat (1) KDRT UU Nomor 23 Tahun 2004 disubsiderkan ke pasal 80 ayat (4) UU Perlindungan Anak yaitu UU nomor 35 Tahun 2004 dengan ancaman hukuman untuk UU KDRT sebanyak 5 tahun penjara, dan untuk pasal subsidernya sebanyak 3 tahun penjara. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved