Berita NTT Terkini

Kepala BPS NTT Sebut Berhenti Merokok, Kurangi Angka Kemiskinan

Kemiskinan di NTT dari waktu ke waktu mengalami penurunan yang signifikan dari 21,35 persen menjadi 21,05 persen. Sedikit lagi akan meninggalkan

Kepala BPS NTT Sebut Berhenti Merokok, Kurangi Angka Kemiskinan
Tribun Manado
Ilustrasi wanita merokok 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- "Kemiskinan di NTT dari waktu ke waktu mengalami penurunan yang signifikan dari 21,35 persen menjadi 21,05 persen. Sedikit lagi akan meninggalkan angka 21 persen menjadi 20 persen."

Kepala BPS NTT, Ny Maritje Pattiwaelapia, pada Jumpa Pers, Jumat (1/2/2019), menjelaskan, pada September 2018 jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK) ) di NTT mencapai 1.134,11 ribu orang (21,03 persen) berkurang sebesar 8.060 orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2018 yang sebesar 1.142,17 ribu orang (21,35 persen).

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2015 sebesar 9,94 persen turun menjadi 9,09 persen pada September 2018. Sementara persentase penduduk miskin di daerah pedesaan pada Maret 2018 sebesar 24,74 persen turun menjadi 24,65 persen pada September 2018.

Selama periode Maret 2018-September 2018, jumlah penduduk miskin daerah perkotaan turun sebanyak 7.890 orang. Sementara di daerah pedesaan turun sebanyak 160 orang.

Kata Ny Maritje, GK meningkat sebesar 1,46 persen dari Rp 354.898 per kapita per bulan pada Maret 2018 menjadi Rp 360.069 per kapita per bulan pada September 2018.

"Peranan komoditi makanan terhadap GK jauh lebih besar dibandingkan peranan komidit bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Sumbangan GK makanan terhadapt GK pada September tercatat 78,06 persen," jelasnya.

Komoditi yang memberikan sumbangan besar terhadap GK beserta kontribusinya September 2018 yaitu beras di kota 30.88 persen dan di desa 38,08 persen. Kemudian diikuti rokok kretek filter yaitu 6,67 persen di perkotaan sedangkan di desa 6,57 persen.

"Beras terbesar berikan sumbangan terhadap Garis Kemiskinan. Karena orang NTT kalu belum makan nasi berarti itu namanya belum makan. Kemudian rokok, lebih baik tidak usah merokok saja," katanya sambik tersenyum. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved