Berita Kabupaten Lembata

Pemerintah Lembata Siapkan Rp 99 M untuk Jalan dan Air

Anggaran tersebut telah diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRP) Kabupaten Lembata untuk dikelola.

Pemerintah Lembata Siapkan Rp 99 M untuk Jalan dan Air
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Kadis PUPRP Kabupaten Lembata, Paskalis Tapobali (kiri) menyerahkan map berisi berkas administrasi kepada staf di ruang kerjanya, Selasa (22/1/2019). 

POS- KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Dalam tahun anggaran 2019 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata menyiapkan Rp 99 miliar lebih untuk pembangunan jalan, air dan irigasi di daerah itu. Anggaran tersebut telah diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRP) Kabupaten Lembata untuk dikelola.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas (Kadis) PUPRP Kabupaten Lembata, Paskalis Tapobali, ketika ditemui Pos Kupang.Com di ruang kerjanya, Selasa (22/1/2019). "Tahun ini telah dialokasikan dana Rp 99 miliar lebih untuk pembangunan infrastruktur jalan dan air di daerah ini," ujarnya.

Alokasi dana itu, katanya, lebih besar dari tahun anggaran 2018. Pada tahun anggaran yang lalu, dana yang diserahkan ke Dinas PUPRP senilai Rp 78 miliar lebih. Dari total anggaran tersebut, yang terserap mencapai 94 persen. Dan, progressnya terlihat nyata hingga Desember 2018.

Dikatakannya, dari Rp 78 miliar itu, dana yang terserap mencapai Rp 75 miliar lebih. Sedangkan sisa Rp 2,9 miliar lebih, diluncurkan ke tahun anggaran 2019 ini. Dana tersebut sejatinya untuk empat jenis pekerjaan yang tak terlaksana di tahun 2018 itu.

Ramalan Zodiak Rabu 23 Januari 2019, Aries Bertemu Seseorang yang Memesona

Pisang Malaka dan Alpukat SoE Timor Tengah Selatan Mulai Kuasai Kota Kupang

Ikatan Alumni SMAN 1 Kupang Gelar Lomba Literasi Karya Ilmiah “NTT Menulis”

Ada pun empat item tersebut, yakni pertama, pembukaan jalan lingkar luar di wilayah Tanjung, Kecamatan Ile Ape. Kedua,
pembangunan jaringan air bersih Wainuba di Kecamatan Atadei. Berikutnya, perluasan jaringan air reservoar dari Desa Benihading ke Deaa Umaleu di Kedang dan terakhir, pembangunan tanggul pengaman pantai di Balauring, Kecamatan Omesuri.

"Jadi, dari Rp 78 miliar itu, hanya Rp 2,9 miliar yang tidak terserap. Tapi dana tersebut sudah diluncurkan ke tahun 2019, sehingga saat ini pekerjaannya segera dikerjakan," ujar Paskalis.

Ia menambahkan, dana sebanyak Rp 78 miliar itu digunakan untuk membiayai 170-an paket pekerjaan. Semuanya terlaksana baik dan hasilnya pun baik adanya. Ia senang karena semua pekerjaan itu berjalan baik sesuai rencana. Dan semua urusan administrasi di kantor itu juga tak mengalami hambatan apa pun.

Untuk tahun 2019 ini, lanjut Paskalis, pihaknya berusaha agar pelaksanaan pekerjaan lebih cepat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Setidaknya sampai akhir Oktober nanti, seluruh pekerjaan harus sudah rampung. Begitu juga dengan urusan administrasi lainnya di lembaga yang dipimpinnya tersebut.

Dia menjelaskan, dari Rp 99 miliar itu, terbanyak adalah pembangunan infrastruktur jalan dan air. Dua hal ini menjadi yang utama, karena di daerah tersebut masih banyak ruas jalan yang belum dibangun secara baik. "Tahun 2019 ini ada 242 paket pekerjaan yang dibiayai dengan Rp 99 miliar itu. Terbanyak adalah jalan, disusul jaringan air bersih dan pembangunan irigasi. Irigasi Wainili di Atanila, Kedang, merupakan salah item pekerjaan yang dibiayai dari anggaran yang dialokasikan itu," urainya.

Sedangkan pekerjaan lain, diantaranya pembangunan jalan lingkungan baik dalam kota Lewoleba maupun di desa menelan anggaran Rp 5 miliar. Dari dana tersebut, sebanyak Rp 3,5 miliar untuk pembangunan jalan dalam kota. Salah satunya adalah Jalan Lasitarda (jalan jalur 3 Lewoleba) yang menelan dana Rp 1,2 miliar.

Sedangkan Rp 1,5 miliar dari total dana Rp 5 miliar itu, diarahkan untuk pembangunan jalan perdesaan. "Jadi kami akan bekerja optimal untuk semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawab lembaga ini. Kami berusaha untuk bekerja sebaik mungkin demi kepentingan masyarakat dan daerah ini," ujar Paskalis. (Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved