Ikatan Alumni SMAN 1 Kupang Gelar Lomba Literasi Karya Ilmiah “NTT Menulis”

Ikatan Alumni SMAN 1 Kupang (IASMANSAKOE) menggelar Lomba Literasi Karya Ilmiah bertema “NTT Menulis”.

Ikatan Alumni SMAN 1 Kupang Gelar Lomba Literasi Karya Ilmiah “NTT Menulis”
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Ketua IASMANSAKOE Brigjen Pol Johanis Asadoma foto bersama alumni usai jumpa pers di Ruang Rupatama Polda NTT, Selasa (22/1/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Ikatan Alumni SMAN 1 Kupang (IASMANSAKOE) menggelar Lomba Literasi Karya Ilmiah bertema “NTT Menulis”.

Penyelenggaraan lomba yang digagas oleh Ketua Iasmansakoe, Brigjen Pol Johanis Asadoma ini secara resmi diumumkan ke publik pada Selasa (22/1/2019).

Dalam konferensi pers launching Lomba Literasi Karya Ilmiah “NTT Menulis” di Ruang Rupatama Polda NTT, Brigjen Johanis Asadoma yang didampingi oleh Koordinator Penyelenggara Lomba, Ir Adrianus Dami, M.Si dan Prof Dr Frans Bustan menjelaskan bahwa lomba yang digagas ini merupakan bentuk kontribusi nyata untuk membangun budaya literasi sekaligus meningkatkan SDM masyarakat NTT.

“Berbuatlah sesuatu yang konkret yang riil buat masyarakat NTT, ini sangat penting untuk bisa merangsang dan menguatkan masyarakat untuk bisa menulis. Minimal ini akan menjadi satu motivasi untuk menyentuh masyarakat dan kaum muda serta pelajar untuk menulis karya ilmiah,” ujar Brigjen Johanis.

Wakapolda NTT ini menjelaskan ide penyelenggaraan lomba Literasi Karya Ilmiah ini berangkat dari latar belakang kegelisahannya terhadap rendahnya minat membaca dan menulis masyarakat Indonesia termasuk NTT.

Ia menjelaskan, selama ini NTT cenderung mendapat stigma negatif sebagai sebuah negeri yang terbelakang termasuk dari sisi literasi dan minat baca dan menulis masyarakatnya yang sangat rendah.

“Minat baca dan menulis bangsa Indonesia rendah dan NTT termasuk yang paling rendah. NTT termasuk di dalamnya, bahkan kita mendapatkan stigma sebagai provinsi terbelakang,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan bersama seluruh masyarakat NTT untuk bagaimana memberikan kontribusi dalam rangka meningkatkan dan memajukan sumber daya manusia NTT.

Mantan petinju nasional ini juga menjelaskan, berdasarkan hasil survei internasional yang menempatkan Indonesia di peringkat kedua terakhir dari 61 negara dalam hal kualitas literasi, maka upaya untuk mengubah, merangsang dan membangkitkan minat membaca dan menulis masyarakat NTT menjadi sebuah hal yang urgen.

Halaman
123
Penulis: Ryan Nong
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved