Pisang Malaka dan Alpukat SoE Timor Tengah Selatan Mulai Kuasai Kota Kupang

Pisang Malaka dan Alpukat SoE, Timor Tengah Selatan, menguasai pasar tradisional di Kota Kupang.

Pisang Malaka dan Alpukat SoE Timor Tengah Selatan Mulai Kuasai Kota Kupang
Kolase Pos-Kupang.com
Ilustrasi Alpukat dan pisang Timor. 

Laporan Reporter Pos-Kupang.com, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pisang Malaka dan Alpukat SoE, Timor Tengah Selatan, menguasai pasar tradisional di Kota Kupang.

Selain buah Anona mulai membanjiri pasar-pasar di Kota Kupang. Meski banyak, harga buah-buahan itu masih cukup mahal.

Pisang kepok atau masyarakat setempat menyebutnya pisang goreng dijual dengan harga Rp 10.000 sampai Rp 15.000 per sisir. Sedangkan pisang Ambon dan pisang Beranga berkisar Rp 20.000 sampai Rp 30.000 per sisir. Bahkan pisang beranga Ende ada yang patok sampai Rp 50.000 per sisir.

Buah Alpukat SoE, Timor Tengah Selatan
Buah Alpukat SoE, Timor Tengah Selatan (POS-KUPANG.COM/ADIANA AHMAD)

Seorang pedagang pisang, Melki mengungkapkan, harga pisang mahal karena mereka datangkan dari Malaka.

"Harga di sana tidak terlalu mahal. Tapi kita masih sewa oto (bus). Jadi jatuhnya di sini mahal," kata Melki.

Demikian juga dengan buah alpukat SoE dan buah Anona. Buah asal SoE, Kabupaten TTS itu dijual dengan harga Rp 20.000 per lima buah ukuran sedang. Demikjan juga buah Anona Rp 20.000 per lima buah. Buah yang tumbuh di daerah tropis ini hanya ada di musim hujan.

Buah ini ada hampir di seluruh wilayah NTT, terutama di daerah yang iklimnya panas. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved