Berita NTT

Para Pakar Kritisi Pembangunan Pertanian Lahan Kering di NTT

NTT adalah provinsi yang secara agroecological termasuk ke dalam kawasan lahan kering beriklim kering.

Para Pakar Kritisi Pembangunan Pertanian Lahan Kering di NTT
POS-KUPANG.CO/EDY HA
Kegiatan seminar grand design pembangunan pertanian lahan kering di NTT bertempat di Neo Aston Hotel, Jumat (11/1/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM I KUPANG - Para pakar pertanian, LSM dan perbankan mengkritisi pembangunan pertanian lahan kering di NTT.

Kritik itu mereka sampaikan saat membuat grand design sebagai bahan masukan untuk pemerintah NTT  dalam upaya menjawabi visi Gubernur NTT 2018-2023.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Pertanian NTT dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT.

Dr. Ir. Tony Basuki, selaku ketua tim grand design pembangunan pertanian lahan kering NTT, dalam pemaparan materi di Neo Aston Hotel Kupang, Jumat (11/1/2019), menjelaskan, NTT adalah provinsi yang secara agroecological termasuk ke dalam kawasan lahan kering beriklim kering.

Penciri utama dari kawasan ini adalah jumlah hujan yang lebih kecil dibanding jumlah penguapan tahunan sehingga berkonsekuensi terhadap defisit air. 

Di balik fakta ini, beber Tony, pertanian lahan kering NTT masih belum mampu berperan sebagai sumber kesejahteraan petani. Hal ini berkaitan dengan pengelolaan yang belum optimal sehingga sumber daya ini sering mendapatkan stigma negatif.

KMP Feri Sangke Palangga Tabrak Karang di Pulau Rita, Inilah Foto-Foto Proses Evakuasi 83 Penumpang

Cita Citata Rilis Lagu Terbaru Hari Ini, Simak Videonya di Youtube

Intip Ramalan Zodiak Sabtu 12 Januari 2019, Aries Bakalan Sibuk. Zodiak Lain?

Konsekuensi dari pengelolaan yang tidak optimal telah membawa pertanian NTT yang berciri orientasi produksi oleh petani bersifat subsisten mengutamakan tanaman pangan semusim yang multikomoditas. Luas garapan lahan sempit dan penggunaan varietas lokal produksi rendah.

"Untuk itu diperlukan suatu perencanaan yang tertuang dalam sebuah dokumen perencanaan yang komprehensif dan dinamis dengan melibatkan multi stakeholder dalam membuat dokumen grand design pertanian lahan kering NTT," kata Tony.

Tony menambahkan, tujuan penyusunan grand design dimaksudkan untuk menyusun arah dan strategi program pengembangan pertanian lahan kering NTT berdasarkan potensi sumberdaya lahan, potensi komoditas, kebijakan pemerintah pusat dan visi gubernur NTT.

Selain itu, menyusun arah dan strategi serta menyertakan langkah-langkah pengembangan setiap tahun untuk setiap program.

Pantauan POS-KUPANG.COM, seminar grand design ini menghadirkan para pakar pertanian dari perguruan tinggi berdiskusi bersama. Para pakar saling memberikan testimoni sesuai pengalaman yang mereka alami dan hadapi untuk didiskusikan bersama.

Pejabat yang mewakili Kepala Bappeda NTT, Dr. Sony Libing pada kesempatan ini menegaskan, seminar ini sangat penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan pertanian NTT sejalan dengan program yang telah dicanangkan gubernur NTT.

DI tengah kondisi alam NTT yang kering hendaknya disyukuri sebagai anugerah Tuhan karena ini potensi yang perlu dioptimalkan. Tugas pemerintah bersama para pihak mengkritisi soal bagaimana mengelola potensi yang ada agar berkembang maju.

"Nanti kita buat produk hukumnya, kita sosialisasi dan buat perencanaan bersama. Setiap usulan program dari kabupaten/kota melalui RPJMD ketika dilakukan asistensi di provinsi maka kita akan minta untuk masukan program bersama sehingga antara provinsi dan kabupaten satu arah. Jangan kabupaten buat lain, provinsi buat lain," ujar Sony. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved