Berita Kabupaten TTS

Araksi Nilai Kejari TTS " Melompat " Dalam Penetapan Tersangka Korupsi Embung Mnela Lete

dirinya menilai Kejaksaan Negeri TTS "melompati" tim PHO dan Inspektorat dan langsung menetapkan PPK sebagai tersangka dalam kasus tersebut

Araksi Nilai Kejari TTS
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Ketua aliansi rakyat anti korupsi (Araksi) Kabupaten TTS, Alfred Baun 

POS-KUPANG.COM| SOE - Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi ( Araksi) Kabupaten TTS, Alfred Baun menilai Kejaksaan Negeri TTS "melompat-lompat" dalam penetapan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan embung Mnela Lete.

Menurutnya, sebelum menetapkan tersangka PPK yang juga merupakan kepala Dinas PU Kabupaten TTS, Samuel Ngebu, Kejaksaan Negeri TTS seharusnya menetapkan tim PHO dan oknum di Inspektorat Kabupaten TTS sebagai tersangka.

Pasalnya, perintah pembayaran pengerjaan embung Mnela Lete oleh PPK juga berdasarkan laporan dari tim PHO dan inspektorat Kabupaten TTS. Oleh sebab itu, dirinya menilai Kejaksaan Negeri TTS "melompati" tim PHO dan Inspektorat dan langsung menetapkan PPK sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

" Seharusnya kalau PPK nya jadi tersangka, tim PHO dan Inspektorat juga harus jadi tersangka. Karena dokumen resmi yang menyatakan jika pengerjaan embung Mnela Lete sudah 100% dan tidak bermasalah sehingga bisa dibayarkan dikeluarkan oleh tim PHO dan inspektorat. Jadi kalau PPKnya jadi tersangka, tim PHO dan inspektorat juga harus jadi tersangka. Ini kenapa lompat langsung ke PPK, " ungkap Alfred dengan nada tanya kepada pos kupang, Senin ( 7/1/2019) di seputaran Kota Soe.

Dirinya juga meminta kepada penyidik Kejaksaan Negeri TTS untuk segera memanggil Jek Benu yang merupakan PPK awal proyek tersebut.

Pasalnya, Jek Benu menjadi PPK dalam proyek tersebut hingga progressnya mencapai 90%. Jek Benu dinilai juga harus ikut bertanggung jawab dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

" Jek Benu yang merupakan PPK pertama proyek tersebut juga harus dipanggil dan diperiksa. Karena dia menjadi PPK hingga progress fisiknya mencapai 90%. Dia pasti tahu banyak soal proyek bermasalah tersebut," sebut Alfred.

Bocah 14 Tahun Layani 8 Pria Semalam. Mengeluh Sakit Saat Buang Air Kecil. Bayaranya Segini!

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri TTS, Facrhizal yang dikonfirmasi melalui Kepala Seksi Intel, Mourest Kolobani enggan menanggapi komentar Araksi terkait pengusutan kasus dugaan korupsi pembangunan embung Mnela Lete. Dirinya menegaskan, penetapan tersangka dalam kasus tersebut sudah memenuhi dua alat bukti.

Saat ini, penyidik Kejari TTS fokus melakukan perampungan pemberkasan lima tersangka dalam kasus tersebut.

Jika dari keterangan para saksi dan ditemukan bukti baru yang mengarah kepada tersangka baru, maka tidak menutup kemungkinan tersangka dalam kasus tersebut akan bertambah.

" Silakan kalau Araksi menilainya seperti itu. Biar nanti pembuktiannya di pengadilan saja. Kita saat ini fokus untuk merampungkan pemberkasan lima tersangka dalam kasus ini. Jika nanti dari keterangan saksi dan alat bukti mengarah kepada tersangka baru, pastikan akan kita tetapkan tambahan tersangka dalam kasus ini. Saya ingin tegaskan dalam menetapkan tersangka harus memenuhi dua alat bukti," tegasnya.

Diberitakan pos kupang sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri TTS,Facrhizal dalam jumpa pers yang digelar, Jumat ( 7/12/2018) malam di ruang kerjanya mengatakan, Kejari TTS sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan embung Mnela Lete tahun anggaran 2015. Menariknya, dari daftar lima tersangka yang dirilis Kejaksaan Negeri TTS, terdapat nama Kepala Dinas PU Kabupaten TTS, Samuel Ngebu dan anggota DPRD NTT, Jefry Un Banunaek.

Sedangkan tiga tersangka lainnya yaitu, Yohanes Fanggidae selaku direktur CV Belindo Karya yang mengerjakan proyek embung yang Mnela Lete, Jemmi Binyamin Un Banunaek dan Thimotius Tapatap selaku konsultan pengawasan.

Samuel Ngebu ditetapkan sebagai tersangka terkait perannya sebagai PPK dalam kasus tersebut. Sedangkan Jefry Un Banunaek ditetapkan sebagai tersangka karena menerima aliran dana pembayaran pengeraan embung tersebut. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved