Berita Religi

Penghuni Panti Aisyiyah Ikut BAD, Ini Yang Dilakukan

Aba Doni Abdullah menjelaskan, BAD bertujuan memberikan pelatihan tentang ideologi dan kepribadian organisasi Islam Muhammadiyah.

Penghuni Panti Aisyiyah Ikut BAD, Ini Yang Dilakukan
Laus Markus Goti
Penghuni Panti Aisyiyah Ikut BAD 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Menanamkan nilai-nilai dan kepribadian organisasi Islam Muhammadiyah kepada kaum milenial tidak mudah. Karena, kaum milenial sudah banyak menerima aneka informasi melalui internet dan media sosial (medsos).

Wakil Ketua 1 Pimpinan Aisyiyah Wilayah NTT, Dra. Syahriati A Karim, kepada Pos Kupang di Panti Asuhan Aisyiyah Putri, Kota Kupang, Kamis (3/1/2018), usai memberikan materi dalam kegiatan Baitul Arqom Dasar (BAD) kepada anak-anak Panti Asuhan tersebut.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya menanamkan nilai-nilai, ideologi dan kepribadian organisasi Islam Muhammadiyah kepada anak-anak Panti Asuhan Aisyiyah.

Dilapor Pemuda Advent ke Polda NTT, Begini Tanggapan Prof. Yusuf Leonard Henuk

Syahriati mengatakan, anak-anak panti asuhan dalam setiap tutur kata, tindakan dan sikap harus menampilkan kepribadian organisasi Islam Muhammadiyah.

Menurut Syahriati, mereka diundang tidak menjauhkan diri dari hal-hal dan perilaku buruk, taat kepada Tuhan dan berguna bagi sesama.

"Kami harus hadir menjadi orang yang bisa membawa kesejahteraan dan kedamaian di tengah sesama, tak peduli apa suku dan agama orang lain, intinya kami hadir dan berguna bagi orang lain," tegasnya.

Dalam level organisasi, kata Syahriati, Muhammadyah selalu berupaya menghadirkan kebaikan bagi sesama lewat jalur pelayan misalnya, bidang pelayanan kesehatan (rumah sakit) dan pendidikan.

Sempat Tertunda Perilisannya, iKON Akhirnya Resmi Comeback! Intip Movie Video Lagu Im OK

Di sisi lain, Syahriati menyadari bahwa kaum milenial tengah diterpa arus informasi yang tidak bisa dibendung, entah lewat internet maupun media sosial.

Dia menjelaskan, media sosial dan internet punya sisi positif dan negatif. "Ini merupakan peluang sekaligus tantangan, yang penting ialah bagaimana kita mendampingi anak-anak dan memberi mereka pemahaman agar bisa menggunakan internet dan media sosial secara baik dan benar," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved