Berita Kota Kupang Terkini

Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian, Pemuda Advent Laporkan Profesor Henuk ke Polda NTT

Eppy Manu (23), seorang pemuda Gereja Advent mendatangi Mapolda NTT pada Senin (7/1/2019) siang mrlsporkan Prof. Yusuf Leonard Henuk.

Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian, Pemuda Advent Laporkan Profesor Henuk ke Polda NTT
KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI
Pelapor Eppy Manu (kiri) bersama kuasa hukum Tommy Jacob SH (tengah) usai memberi keterangan di Ditreskrimsus Polda NTT pada Senin (7/1/2019) sore. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Eppy Manu (23), seorang pemuda Gereja Advent mendatangi Mapolda NTT pada Senin (7/1/2019) siang.

Ia datang bersama rekannya Barka Manilapai (30) dengan didampingi oleh pengacara Tommy Jacob, SH untuk melaporkan tindakan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Prof. Yusuf Leonard Henuk di media sosial terhadap gerejanya.

Mereka tiba di Mapolda NTT pada pukul 10.00 Wita dan melaporkan perkara tersebut di SPKT Polda NTT. Laporan itu diterima oleh Bripda William Tansatrisna dengan nomor laporan STPLI/01/I/2019/Ditreskrimsus Polda NTT.

Pemkot Kupang Belum Bangun Saluran Air di Pasar Oebobo

Senin sore, usai memberi keterangan kepada Polisi, Eppy menjelaskan kepada wartawan bahwa laporan itu dibuat karena mereka tidak terima terhadap postingan postingan yang dibuat oleh Prof Yusuf L Henuk melalui media sosial yang mereka anggap telah melecehkan dan menyebarkan ujaran kebencian terhadap kepercayaan dan gereja mereka.

Prof. Yusuf Leonard Henuk melakukan tindakan menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial Twitter dengan akun Prof. Yusuf L Henuk dan akun Yusuf Leonard Henuk pada Facebook.

Pengaduan Pelanggan ke PDAM SoE Turun Drastis, Ini Penyebabnya

"Pada Rabu 2 Januari 2019, Prof Henuk telah menulis di media sosial twitter dan Facebook yang berisi ujaran kebencian. Dia bilang kalau Adven itu ajaran sesat dan tidak benar, agama palsu dan tidak percaya Tuhan Yesus. Dia juga bilang didirikan oleh nabi palsu dan memakai kitab suci yang berbeda dengan yang dipakai denominasi lain," jelas Eppy.

Pada intinya, lanjut Eppy, terlapor telah memberikan pernyataan bahwa Advent merupakan ajaran sesat dan kami tidak terima. Ia juga mempertanyakan apa legitimasi yang mendasari Prof Henuk untuk menyatakan hal tersebut.

"Legitimasi dia apa sampai memasukan ajaran ini sebagai ajaran sesat? Kapasitas dia siapa?" tanya Eppy retoris.

Tommy Jacob SH, pengacara yang mendampingi pelapor mengatakan, kliennya melaporkan hal ini karena apa yang disebarkan oleh Prof Henuk tidak sesuai dengan kenyataan.

Tommy juga menunjukkan bahwa ada postingan postingan oleh terlapor yang mengajak pengguna medsos untuk sebarkan apa yang ia tuduhkan.

Menurut Tommy, laporan yang dibuat itu diharapkan dapat mencegah isu sara yang dapat memecah belah agama dan masyarakat NTT yang saat ini kental dengan kerukunannya serta dapat memberi efek jera dan pelajaran kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menyampaikan pikiran dan pendapat terutama di media sosial.

"Laporan ini untuk bisa mencegah isu yang bisa memecah belah agama, karena di NTT kerukunan masih kental. Ini juga memberi efek jera kepada pemosting, dan dapat menjadi pembelajaran kepada masyarakat untuk lebih bijak," kata lawyer yang berkantor di kantor hukum Jacob and Partners ini.

Selain itu, Tommy menggarisbawahi lebih lanjut, laporan yang dibuat oleh pemuda Advent itu juga untuk membuktikan bahwa apa yang di-posting dan dituduhkan oleh terlapor itu tidak benar.

Terlapor diduga telah menyebarkan ujaran kebencian (SARA) melalui media sosial sebagaimana diatur dalam pasal 28 ayat (2) junto 45 a ayat (2) UU nomor 19 tahun 2016 tentang ITE perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Selain Barka Manilapai (30), mereka juga menyiapkan Pdt Deny Kana Djo untuk menjadi saksi kasus ini. Namun untuk pihak saksi belum dilakukan pemeriksaan oleh polisi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved