Berita Kota Kupang
Soal Kasus TKI, Ursula Dando Lio: Aksi Seribu Lilin itu Tidak Berefek
Kasus kekerasan yang terjadi terhadap para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Provinsi NTT kadang menimbulkan rasa simpati dari banyak pihak.
Penulis: Lamawuran | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kasus kekerasan yang terjadi terhadap para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Provinsi NTT kadang menimbulkan rasa simpati dari banyak pihak.
Sebelum atau usai menerima peti mati para TKI, banyak pihak menggelar demo dan memasang seribu lilin di beberapa tempat.
Namun menurut Presidium WKRI NTT, Ursula Dando Lio, cara-cara semacam itu kurang berefek.
• Akibat Lakalantas di Sumba Timur ! 79 Orang Meninggal Dunia
• Harga Sembako Melonjak ! Telur di Mbay-Nagekeo Rp 300 Ribu per Ikat
"Seribu lilin untuk TKI kurang berefek. Juga dengan aksi-aksi yang biasa digelar," kata Ursula kepada wartawan di Hotel Sahid-Tmore, Kota Kupang, Senin (17/12/2018).
Walau menganggap aksi semacam itu tak berefek, dan tidak ikut terlibat dalam aksi tersebut, WKRI NTT memiliki langkah yang menurut Ursula lebih tepat.
"Kami bekerja sama dengan paroki-paroki di NTT untuk memberantas kasus penjualan orang dan TKI ini," katanya.
• Sekda Kota Kupang Harus Orang Timor Tidak Mutlak! Ini Penjelasan Wakil Walikota
Paroki-paroki itu, imbuhnya, akan bekerja sama langsung dengan KUB-KUB di bawahnya.
"Karena yang lebih kenal dengan umat adalah pemimpin KUB," ujar Ursula.
Dia menjelaskan, saat ini WKRI NTT bekerja di empat keuskupan, yakni Keuskupan Agung Kupang, Weetabula, Larantuka, dan Ruteng.
WKRI NTT, kata Ursula, akan bekerja lebih giat lagi karena sampai sekarang, baru terbentuk 30 DPD dari 169 paroki yang ada di provinsi NTT. (*)
POS-KUPANG.COM/AMBUGALAMAWURAN/
Suasana Rakorda II DPD NTT WKRI di Hotel Sahid-Tmore, Senin (17/12/2018).