Berita Flores Timur Terkini

Pol PP Flotim Menduga Ada Istri Dijual Suami Jadi PSK di Larantuka

Kasat Pol PP Flores Timur (Flotim) menduga ada istri yang dijual suami menjadi PSK di Kota Larantuka

Pol PP Flotim Menduga Ada Istri Dijual Suami Jadi PSK di Larantuka
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Kasat Pol PP, Donatus Kopong Weran 

Kasat Pol PP Flores Timur (Flotim) menduga ada istri yang dijual suami menjadi PSK di Kota Larantuka

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Prostitusi terselubung dengan menggunakan rumah penduduk ternyata memiliki banyak cerita miris.

Selain kisah seorang difabel yang terjebak dalam dunia prostitusi, ternyata Pol PP mengendus ada modus lain prostitusi di Kota Larantuka.

Kasat Pol PP Donatus Kopong Weran kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (11/12/2018) mengisahkan seorang perempuan yang terjaring rasia Pol PP beberapa waktu lalu.

Lulusan Undana Harus Hadir Sebagai Motor Penggerak Pembangunan

Seorang perempuan dari salah satu desa di Flotim adalah seorang ibu rumah tangga. Setiap hari ke Kota Larantuka diantar oleh suaminya.

Setiap pagi, kata Kopong Weran ibu rumah tangga ini dintar ke pasar Inpres Larantuka, dan sore harinya dijemput pulang oleh suaminya.

Kawal Imigran Asing, Erwin Wantania Jelaskan Aplikasi Pelaporan Orang Asing

"Saya tanya dia, apakah suamimu tahu kamu lakukan ini? Dia jawab suami tidak tahu," kata Kopong Weran.

Menjadi keanehan, kata Kopong Weran ibu rumah tangga ini bukan pedagang di Pasar Inpres Larantuka.

"Setiap hari diantar suami di pasar, bukan untuk berjualan. Kalau dia datang belanja, tidak masuk akal suaminya tidak tanya buat apa di pasar," kata Kopong Weran.

Dari kisah itu, Kopong Weran berkesimpulan suaminya pasti tahu apa yang dilakukan istrinya setiap hari di Kota Larantuka.

"Kalau istrinya belanja di pasar pasti langsung pulang. Ini diantar pagi dan dijemput sore," kata Kopong Weran.

Menyaksikan para penjajak tubuh ini adalah orang berwajah lokal, membuat hati kasat Pol PP ini sedih.

"Saya pernah menangis dan saya tidak tahan lihat yang begini. Saya pernah suruh mereka pulang segera dan saya kasih mereka uang,"kata Kopong Weran. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved