Berita Manggarai Barat Terkini

Hasil Investigasi BBTKL Surabaya Terkait DBD di Labuan Bajo, Banyak Jentik di Sernaru

Hasil Investigasi BBTKL Surabaya Terkait DBD di Labuan Bajo, Banyak Jentik di Sernaru

Hasil Investigasi BBTKL Surabaya Terkait DBD di Labuan Bajo, Banyak Jentik di Sernaru
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Asap saat fogging oleh Dinas Kesehatan Manggarai Barat dalam penanganan DBD di Labuan Bajo. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Hasil investigasi oleh Balai Besar Tekhnik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Surabaya, terkait serangan DBD di Labuan Bajo, diketahui banyak jentik nyamuk DBD di daerah Sernaru.

Demikian yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dr Imaculata Veronika Djelulut, kepada wartawan, Kamis (6/12/2018).

"Terkait serangan DBD, sudah dilakukan investigasi oleh BBTKL Surabaya. Hasilnya didapatkan bahwa angka bebas jentik sangat rendah di Sernaru atau jentik DBD banyak sekali di wilayah itu," kata Imaculata.

KPK Puji Bupati Sunur, Laporkan Gratifikasi

Dia menjelaskan, investigasi tersebut dilakukan pada tanggal 30 November 2018. BBTKL saat itu didampingi oleh petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mabar.

Pemerintah, kata Imaculata, sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penanganan bersama terkait serangan DBD di kota pariwisata itu.

Fahmi Darmawansyah Bangun Kamar untuk Berhubungan Badan di Lapas Sukamiskin, Ini Tarifnya

Untuk diketahui, sebanyak 241 orang warga Mabar diserang DBD sejak September sampai awal Desember 2018 ini.

Serangan nyamuk berbahaya itu masih berlanjut dan jumlah korban terbanyak adalah warga Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Mabar.

Dalam empat bulan itu, untuk sementara jumlah korban terbanyak terjadi pada November sebanyak 155 orang.

Imaculata menyampaikan bahwa jumlah korban tersebut masih bersifat sementara. Kemungkinan jumlah korban masih akan bertambah karena serangan DBD di kota pariwisata itu belum berakhir.

"Data terbaru jumlah korban serangan DBD, terdiri dari Bulan September 20 orang; Bulan Oktober 42 orang; November 155 orang dan Desember untuk sementara 24 orang. Sehingga total 241 orang," kata Imaculata.

Dia menjelaskan, 3 orang korban yang meninggal dunia dikarenakan terlambat hantar ke fasilitas kesehatan.

Korban yang meninggal dunia itu terjadi pada Bulan Oktober 1 orang dan November 2 orang. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved