Berita Kabupaten Nagekeo Terkini

Ini Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor di Nagekeo Tahun 2018

Realisasi PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNK) hingga 30 November 2018 sudah mencapai Rp 6.571.252.884.

Ini Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor di Nagekeo Tahun 2018
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Suasana saat para wajib pajak kendaraan bermotor membayar pajak di Kantor UPT PPKAD Wilayah Kabupaten Nagekeo di Mbay, Selasa (4/12/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY - Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNK) hingga 30 November 2018 sudah mencapai Rp 6.571.252.884.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Wilayah Kabupaten Nagekeo, Fransiskus Futi, SH, mengatakan, realisasi itu hingga November 2018 dan masih memiliki peluang mencapai target yang sudah ditentukan yaitu Rp 6.773 198.898.

"Dari target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraaan Bermotor (BBNKB) itu sebenarnya 6.773 198.898 dan Realisasinya itu sampai 30 November 6.571.252.884 rupiah," ungkap Fransiskus, saat ditemui POS-KUPANG.COM, di ruang kerjanya, Selasa (4/12/2018).

Bupati Anton: Beban Pembiayaan untuk Tenaga Kontrak di Flotim Lebih dari Rp 50 Miliar

Ia mengakui, persentasenya itu sudah mencapai 97.02% dan optimis bisa mencapai 100% akhir tahun 2018 sehingga bisa memenuhi target yang sudah ditentukan.

"Yang belum itu sekitar 201 juta rupiah. Itu dari 885 kendaraan yang belum bayar pajak," ujarnya.

Ia mengaku jumlah kendaraan bermotor di Nagekeo yaitu 13.828 unit. Tidak terhitung plat dari luar pulau Flores.

Galang Dana Pembangunan Sekretariat, AMA Kupang Siap Gelar Pensi Budaya

"Yang belum membayar pajak 885 unit. Kendaraan yang belum membayar pajak itu sebelum tahun 2018 hingga 3 Desember 2018. Itu mulai dari roda dua hingga roda dua belas," ungkap pria yang akrab Frans ini.

Ia menyebutkan ada banyak kendala yang dihadapi pemilik kendaraan bermotor tidak membayar pajak. Diantaranya faktor ekonomi dan kurangnya pemahaman terhadap pentingnya membayar pajak kendaraan bermotor.

Selain itu kesadaran juga rendah akibatnya biaya semakin meningkat setiap tahun karena menunggak terus.

"Kalau kendala masalah faktor ekonomi juga ada. Sikap masa bodoh acuh tak acuh untuk membayar pajak. Dalam pemikiran mereka bahwa tidak penting membayar pajak. Padahal ada aturanya. Faktor lain karena ada "orang dalam". Mereka berpikir bahwa kalau saat kena razia ada "orang dalam" ada Polantas yang mereka kenal dan sebagainya," ungkap Frans.

Ia mengaku sampai saat ini UPT PPKAD Wilayah Nagekeo melakukan sosialiasi yang disebut Samsat Keliling. Melalui sosialisasi masyarakat semakin sadar untuk membayar pajak kendaraan bermotor. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved