Berita Kota Kupang Terkini

BKTKI Jangan Sampai Sekedar Habiskan Anggaran Akhir Tahun

Betsi de Fretes Hotty, pendeta sekaligus Ketua Majelis Bethel Naimata, memberikan satu pernyataan cukup keras pada Pemkot Kupang.

BKTKI Jangan Sampai Sekedar Habiskan Anggaran Akhir Tahun
POS-KUPANG.COM/Ambuga Lamawuran
Pendeta Betsi de Fretes Hotty, Ketua Majelis Bethel Naimata. Foto diabadikan Selasa (4/12/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kegiatan Pemberdayaan Bina Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (BKTKI) Dalam Rangka Ketahanan Keluarga dan Pemenuhan Kak And digelar di Gereja GMIT Jemaat Bethel, Kelurahan Naimata, Kota Kupang, NTT, Selasa (4/12/2018).

Walau mengapresiasi kegiatan tersebut, Betsi de Fretes Hotty, pendeta sekaligus Ketua Majelis Bethel Naimata, memberikan satu pernyataan cukup keras pada Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang.

"Jangan sampai kegiatan ini hanya sekedar menghabiskan anggaran di akhir tahun," kata Betsi kepada POS-KUPANG.COM dalam sela kegiatan, Selasa (4/12/2018).

UPT PPKAD Wilayah Nagekeo Siapkan Anakan Kelor Dukung Revolusi Hijau

Dia menjelaskan, biasanya pada akhir tahun begini, banyak kegiatan yang digelar hanya untuk menghabiskan anggaran.

"Ya harapan kita kegiatan seperti ini tetap berlanjut. Kan kita bertanya, kenapa baru sekarang dilakukan kegiatan seperti ini," ujar dia.

Tokoh Masyarakat Minta Satgas RI-RDTL Awasi Aksi Pencurian Sepeda Motor

Dia mengatakan bahwa pihak gereja sudah sering bekerja sama dengan pihak pemerintah, dalam hal ini kelurahan Naimata.

Karena itu, dirinya sungguh berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, sehingga kehidupan ke depan bisa menjadi lebih baik.

Dia berpendapat, selain memberikan pelatihan dan penyuluhan seperti ini, pemerintah pun perlu memerhatikan kesuksesan yang telah dicapai para TKI di luar negeri.

"Persoalan eks TKW itu banyak juga yang berhasil di sana. Saya tadi bertemu seorang ibu dan dia cerita telah bangun rumah sekolahkan anak dan telah memulai usaha sendiri," ujarnya.

Karena itu, harapnya, pemerintah perlu serius jika menginginkan mereka (para TKW) tetap berada di tanah kelahirannya.

"Karena selama ini juga mereka memberikan kontribusi yang besar kepada pemerintah dan keluarga," ujarnya. (*)

Penulis: Lamawuran
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved