Berita Pendidikan

Waow! Yayasan Mardy Wiyata Malang Fokus Pada Moral dan Tanggung Jawab Siswa

Pembelajaran di sekolah-sekolah Mardi Wiyata Malang difokuskan pada etika, moral dan tanggung jawab.

Waow! Yayasan Mardy Wiyata Malang Fokus Pada Moral dan Tanggung Jawab Siswa
IST
Yayasan Mardi Wiyata Malang 

 Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Apolonia M Dhiu

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Pembelajaran di sekolah-sekolah Mardi Wiyata Malang difokuskan pada etika, moral dan tanggungjawab ketimbang ilmu pengetahuan. Target pendidikan, salah satunya adalah mengembangkan kreatifitas dan rasa ingin tahu.

Frater Monfoort, mengatakan, para siswa dilatih untuk peka pada lingkungan serta memiliki minat pada benda di alam maupun buatan manusia.

Khususnya anak usia dini, katanya, diajari untuk menumbuhkan kreativitas dengan membebaskan mereka menggambar, menyanyikan lagu, menciptakan ritme sederhana, serta mengekspresikan imajinasi dengan gerakan atau kata-kata.

Baca: Ini Yang Dilakukan Yayasan Mardi Wiyata Malang Saat Menggelar Workshop Kesiswaan di Kupang

"Ini bisa dilihat dari hasil karya anak secara individu dan kelompok, mereka membangun Taman Bermain dari bahan daur ulang, membuat games dari bahan bekas kardus, bekas botol, membuat lukisan dari potongan kertas, dan lain sebagainya," ujarnya.

Menurut Frater Monfoort, sejak TK, SD, SMP dan SMA, anak banyak diajari keterampilan rumah tangga, seperti memasak, menjahit bahkan keterampilan menggunakan perkakas.

"Dengan sistem pendidikan anak yang demikian, tidak heran jika Mardi Wiyata bertumbuh pesat sebagai pengelola sekolah Katolik yang sangat mandiri dan menghargai etos kerja. Kebiasaan yang ditanamkan menghindari seseorang tumbuh menjadi pribadi malas dan mudah menyerah," katanya.

Baca: Hebat, Koperasi Swasti Sari Naik Status Jadi Tingkat Nasional

Dikatakannya, siswa Mardi Wiyata ditingkat SD baru boleh ikut ujian mata pelajaran, kalau mereka sudah kelas 4 SD alias umur 10 tahun.

"Selama 3 tahun sekolah, mereka hanya dikasih tes-tes kecil. Tujuannya, selama 3 tahun, mereka tidak dinilai dari seberapa pintar ilmu pengetahuan, tetapi difokuskan belajar tata krama, sehingga menjadi orang-orang yang punya sopan santun," katanya.

"Anak-anak SD Mardi Wiyata diajari menghormati orang lain dan bisa menghargai dan menyayangi binatang dan alam. Mereka diajari apa itu sikap murah hati, kasih sayang dan rasa empati. Mereka juga diajari mengendalikan diri, perlunya bersikap tabah kalau menghadapi masalah, dan jiwa keadilan terhadap sesama makhluk hidup," katanya.

Baca: Saling Tuding, Vicky Prasetyo Minta Angel Lelga Hadir di Persidangan

Menurutnya, dalam pembinaan di sekokah, guru melatih siswa untuk mandiri dan membersihkan kelas dengan baik. Mayoritas sekolah Mardi Wiyata tidak punya petugas kebersihan, karena peraturan sekolah mewajibkan siswa dan guru membersihkan kelasnya masing-masing dan menjaga kebersihan sekolahnya.

Pendidikan Mardi Wiyata, katanya, menitikberatkan kurikulumnya pada kemampuan kreativitas anak didik, bukan sekedar angka-angka di dalam raport.
"Tapi kita kadang lupa untuk mendidik anak agar kreatif, karena kita lebih suka anaknya pintar saja," katanya. (*)

Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved